Polisi Periksa Dua Saksi, Pencarian Presenter TVRI Papua Barat yang Hanyut di Sungai Memti Terus Berlanjut

Bagikan berita ini

PEGUNUNGAN ARFAK,Honaipapua.com, –Kepolisian Resor (Polres) Pegunungan Arfak telah memeriksa dua orang saksi terkait insiden hanyutnya presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, di Sungai Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, Sabtu (18/7/2026).

Kapolres Pegunungan Arfak yang juga bertindak sebagai Komandan Tim SAR Gabungan, AKBP Dr. Bernadus Okoka, S.E., S.H., M.H., mengatakan pemeriksaan dilakukan guna memperoleh gambaran utuh mengenai kronologi kejadian yang menyebabkan korban diduga terseret arus sungai.

“Hasil pemeriksaan terhadap para saksi masih kami dalami dan nantinya akan kami sampaikan kepada pihak keluarga,” ujar Bernadus.

Berdasarkan keterangan sementara dari kedua saksi, korban diduga terpeleset saat berada di sekitar aliran Sungai Memti. Korban kemudian terjatuh ke sungai yang dipenuhi bebatuan dan langsung terseret arus yang cukup deras.

Setelah kejadian tersebut, para saksi bersama rekan-rekan korban sempat melakukan upaya pencarian secara mandiri di sekitar lokasi. Namun, hingga beberapa waktu setelah insiden terjadi, korban tidak lagi terlihat.

“Setelah korban terbawa arus, saksi bersama rekan lainnya berusaha mencari di sekitar lokasi kejadian, namun korban sudah tidak ditemukan,” kata Kapolres.

Sementara itu, Tim SAR Gabungan masih terus melanjutkan operasi pencarian terhadap korban. Berbagai metode pencarian telah dilakukan, mulai dari penyisiran sepanjang aliran Sungai Memti hingga pemeriksaan sejumlah titik yang diduga berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.

Operasi pencarian melibatkan personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta dukungan masyarakat setempat. Pihak kepolisian memastikan upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan debit sungai yang masih cukup deras.

Hingga berita ini diterbitkan, presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, masih dalam pencarian dan Tim SAR Gabungan terus memperluas area pencarian guna menemukan keberadaan korban. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas