Polda Papua Barat Daya Dukung Pembinaan Generasi Muda Lewat Turnamen Sepak Bola Trophy KU-15 Tahun 2026

Bagikan berita ini

SORONG,Honaipapua.com, –Turnamen Sepak Bola Papua Barat Daya Trophy KU-15 Tahun 2026 resmi bergulir di Kota Sorong, Senin (1/6/2026). Kompetisi yang diikuti 16 tim usia muda ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan di lapangan hijau, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan upaya mencegah kenakalan remaja di kalangan generasi muda Papua Barat Daya.


Turnamen yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Barat Daya tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, di Lapangan Makorem 181/PVT, Kota Sorong.

Pertandingan akan berlangsung di dua lokasi, yakni Lapangan Makorem 181/PVT dan Lapangan Doom, Distrik Sorong Kepulauan.
Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa, S.E. Dalam kesempatan itu, Polda Papua Barat Daya juga menyerahkan bantuan bola kepada seluruh peserta sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan sepak bola usia dini.

Wakapolda Papua Barat Daya menegaskan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, merupakan media yang efektif untuk membangun karakter generasi muda.

Menurutnya, sepak bola mampu membentuk fisik yang sehat, mental yang kuat, kedisiplinan, sportivitas, serta semangat kebersamaan.
“Sepak bola sangat dekat dengan kehidupan anak-anak muda Papua. Karena itu, kami mendukung penuh kegiatan positif seperti ini melalui kolaborasi dan koordinasi bersama seluruh pihak terkait,” ujar Semmy.

Ia menambahkan bahwa pembinaan olahraga tidak semata-mata bertujuan mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang siap menghadapi masa depan dalam berbagai profesi dan bidang kehidupan.
“Olahraga membentuk anak-anak menjadi sehat, berkarakter, dan lebih siap menghadapi masa depan, baik sebagai ASN, anggota TNI-Polri, maupun profesi lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, Semmy menekankan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendekatan pembinaan serta kemitraan sosial.
“Kami hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Kegiatan seperti ini menjadi ruang komunikasi yang baik antara kepolisian dan komunitas olahraga,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menilai turnamen usia 15 tahun tersebut merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di daerah. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas, persaudaraan, dan fair play selama kompetisi berlangsung.

“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah pembinaan generasi muda Papua Barat Daya agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, disiplin, sportif, dan berkarakter,” ujar Elisa.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar memanfaatkan turnamen sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik, semangat juang, kerja sama tim, serta sikap sportif di lapangan.

Ketua Panitia Turnamen, Elvis Howay, mengatakan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan menghadirkan ruang pembinaan yang aman, sehat, dan produktif bagi anak-anak Papua Barat Daya.

Menurutnya, sepak bola dapat menjadi sarana efektif untuk menjauhkan generasi muda dari berbagai pengaruh negatif seperti minuman keras, narkoba, pergaulan bebas, maupun tindak kriminalitas.

“Sepak bola adalah salah satu sarana penyelamat generasi Papua. Kami berharap dalam lima tahun ke depan hasil pembinaan ini sudah dapat terlihat secara nyata,” ungkap Elvis.

Ia menjelaskan bahwa sebanyak 16 tim peserta dibagi ke dalam empat grup, masing-masing berisi empat tim. Tim terbaik dari setiap grup akan melaju ke babak delapan besar, semifinal, hingga final. Total sebanyak 32 pertandingan telah dijadwalkan sepanjang turnamen.

Panitia juga menyiapkan program pembinaan berkelanjutan dengan rencana penyelenggaraan kompetisi usia 19 tahun pada Juli 2026 serta kemungkinan turnamen usia 13 tahun apabila mendapat dukungan sponsor.

Pada pertandingan pembuka, Safcom FC tampil impresif dengan mengalahkan Persemar Malaumkarta dengan skor 3-0. Kemenangan tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi kompetisi yang diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta muda berbakat sekaligus membangun mental kompetitif yang sehat.

Turut hadir dalam pembukaan turnamen antara lain Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa, S.E., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Papua Barat Daya Bernadus Asmuruf, perwakilan Danrem 181/PVT, Kabag Ops Polresta Sorong Kota Kompol Muhammad Andi Nurul Yaqin, anggota DPRD Papua Barat Daya Robby Wanma, para pelatih, ofisial, dan peserta turnamen.

Melalui Turnamen Papua Barat Daya Trophy KU-15 Tahun 2026, pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan komunitas olahraga diharapkan mampu menghadirkan sistem pembinaan yang berkelanjutan guna menciptakan generasi muda Papua Barat Daya yang sehat, berprestasi, dan berkarakter kuat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas