HMI Cabang Sorong Desak Penghentian Lingkaran Kecelakaan, Miras, dan Pemalangan Jalan

Bagikan berita ini

Sorong,Honaipapua.com, -Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sorong mengeluarkan pernyataan sikap tegas terkait kondisi sosial di Kota dan Kabupaten Sorong. HMI menyoroti mata rantai persoalan yang terus berulang, yakni kecelakaan lalu lintas, penyalahgunaan minuman keras (miras), dan aksi pemalangan jalan.

Kabid PPD HMI Cabang Sorong, Amir Mahmud Rumakat, menyatakan bahwa persoalan ini telah menghambat roda kehidupan masyarakat. Mulai dari anak-anak yang terlambat sekolah, pekerja yang terhenti aktivitasnya, hingga pasien yang kesulitan menuju rumah sakit akibat akses jalan yang ditutup.

“Papua Barat Daya adalah tanah yang kaya akan budaya dan persaudaraan. Namun, duka akibat kecelakaan sering kali berujung pada pemalangan jalan yang justru mengorbankan masyarakat luas. Adat seharusnya menjadi alat pemulihan hubungan antarnusia, bukan penambah penderitaan bagi mereka yang tidak terlibat konflik,” ujar Amir Kamis (7/5/2026).

HMI mengidentifikasi bahwa minuman keras menjadi akar utama dari banyak kekacauan, mulai dari kecelakaan maut hingga tindakan anarkis. Oleh karena itu, penyelesaian masalah ini tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan butuh sinergi seluruh elemen masyarakat.

Sebagai langkah konkret, Amir Mahmud Rumakat menyampaikan lima poin rekomendasi utama kepada pemangku kepentingan yakni ;

1.Menertibkan peredaran minuman keras, terutama yang dijual secara ilegal tanpa kompromi.

2.Meningkatkan edukasi keselamatan berlalu lintas secara masif di sekolah, kampus, dan komunitas.

3Membentuk tim mediasi cepat yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, pemuda, pemerintah, dan kepolisian untuk merespons konflik.

4.Menyusun kesepakatan bersama agar pemalangan jalan tidak lagi dijadikan langkah utama dalam penyelesaian masalah.

5.Penegakan hukum yang adil melalui jalur hukum negara dengan tetap menghormati nilai-nilai adat yang luhur.

“Sorong adalah rumah kita bersama. Sudah saatnya masyarakat, pemuda, tokoh adat, dan aparat keamanan bergandengan tangan untuk memutus lingkaran setan ini. Mari kita wujudkan Sorong yang aman, tertib, dan damai bagi generasi masa depan,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas