SENTANI,Honaipapua.com, –Maraknya dugaan praktik perjudian Toto Gelap (Togel) di Kabupaten Jayapura kembali menjadi sorotan. Aktivitas perjudian yang disebut telah berlangsung cukup lama dan diduga menyebar di sejumlah titik di Kota Sentani membuat warga mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam memberantas praktik perjudian.
Kapolres Jayapura didesak mengambil langkah tegas dengan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan jaringan perjudian tersebut, termasuk menelusuri pihak-pihak yang disebut sebagai pengelola maupun bandar.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, sejumlah nama disebut-sebut berkaitan dengan bisnis Togel di wilayah Sentani. Nama yang beredar di tengah masyarakat antara lain Ahong, Bima, Pardi dan Richi. Namun, informasi tersebut masih berupa dugaan dan memerlukan verifikasi serta pembuktian lebih lanjut dari aparat penegak hukum.
Sorotan publik menguat karena aktivitas penjualan kupon Togel disebut berlangsung secara terbuka di sejumlah lokasi, bahkan dikabarkan terdapat titik penjualan yang berada tidak jauh dari kantor kepolisian.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah aktivitas perjudian tersebut benar-benar tidak diketahui aparat, atau justru belum menjadi prioritas penindakan?
Dampak Judi Mulai Masuk ke Rumah Tangga
Dampak sosial dari perjudian juga mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah seorang ibu rumah tangga di Sentani, yang ditemui di sekitar Pasar Baru dekat lokasi yang disebut sebagai tempat penjualan Togel, mengaku kehidupan rumah tangganya terganggu akibat kebiasaan suaminya bermain judi.
Menurut pengakuannya, sang suami yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) mengalami perubahan perilaku sejak terjerumus dalam perjudian. Ia mengaku tidak mengetahui ke mana sebagian penghasilan suaminya digunakan.
“Suami saya orangnya begitu, keras kepala dan tidak suka dengar masukan. Dulunya tidak seperti itu, tetapi ketika terjerumus dalam dunia togel, orangnya berubah total. Suami saya kerja sebagai ASN, tetapi setiap gajian saya tidak tahu uangnya ke mana,” ungkapnya.
Ia mengaku persoalan tersebut bahkan berujung pada pertengkaran dan kekerasan dalam rumah tangga ketika dirinya mempertanyakan penggunaan uang.
“Saya sebagai istri wajib tahu, apalagi sebagai ibu rumah tangga yang harus menafkahi beberapa orang anak. Tetapi setiap kali saya tanya, pasti dimarah, bahkan sampai dipukul,” tuturnya.
Pengakuan tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan perjudian bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan keretakan rumah tangga.
Warga Minta Jangan Ada Pembiaran
Warga berharap aparat penegak hukum tidak berhenti pada penindakan terhadap penjual kupon di lapangan, tetapi juga membongkar pihak yang berada di balik rantai bisnis perjudian tersebut.
Penelusuran terhadap aliran uang, jaringan bandar, lokasi transaksi, hingga kemungkinan adanya pihak yang melindungi aktivitas perjudian dinilai penting apabila aparat benar-benar ingin memberantas praktik Togel secara menyeluruh.
Masyarakat juga meminta agar setiap informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat dalam bisnis perjudian diperiksa secara objektif. Tuduhan tersebut tidak boleh dibiarkan menjadi rumor, tetapi juga tidak boleh diabaikan apabila terdapat informasi maupun bukti yang dapat diverifikasi.
Sebab, apabila aktivitas perjudian dapat berlangsung secara terbuka dan berulang dalam waktu lama, publik tentu berhak mempertanyakan sejauh mana pengawasan serta penegakan hukum telah dilakukan.
Kini perhatian masyarakat tertuju kepada Kapolres Jayapura. Warga menunggu langkah konkret untuk memastikan Kabupaten Jayapura, khususnya Sentani, tidak menjadi ruang bebas bagi praktik perjudian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Jayapura terkait dugaan maraknya praktik Togel maupun nama-nama yang disebut dalam informasi masyarakat tersebut. Konfirmasi kepada pihak kepolisian tetap diperlukan untuk memastikan fakta, langkah penindakan, serta perkembangan penyelidikan atas dugaan perjudian tersebut.
(Tim)
