KABUPATEN SORONG,Honaipapua.com, –Proses seleksi Penerimaan Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di wilayah Papua Barat Daya terus mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Komitmen tersebut terlihat dalam pelaksanaan tahapan seleksi yang berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026, bertempat di SMA Negeri 2 Kabupaten Sorong.

Pada tahapan kali ini, panitia melaksanakan Tes Akademik dan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) bagi peserta kategori Tamtama, serta Tes Kompetensi Keahlian (TKK) untuk peserta kategori Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus).
Sebanyak 14 calon siswa (casis) mengikuti rangkaian seleksi tersebut. Rinciannya terdiri dari 7 casis jalur Tamtama, 3 casis Bakomsus Humas, 2 casis Bakomsus Penyidik, 1 casis Bakomsus Kesehatan, dan 1 casis Bakomsus Akuntansi.

Dalam upaya menjaga objektivitas dan kualitas hasil seleksi, panitia turut melibatkan penguji eksternal yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penilaian berlangsung profesional, adil, dan sesuai kebutuhan pada tiap formasi Bakomsus.
Untuk pengujian kompetensi di bidang kehumasan, keuangan, dan hukum, panitia menggandeng sejumlah akademisi dan pejabat struktural dari Universitas Muhammadiyah Sorong. Mereka di antaranya Teguh Hidayat Iskandar Alam, S.Kom., M.MT selaku Kepala Biro Humas dan Protokoler, Nur Miswar, S.Kom., M.Kom. selaku Kepala Bagian Humas dan Promosi, Dr. Wisang Candra Bintari, S.E., M.M. selaku Kepala Biro Keuangan, Bekti Wiji Lestari, S.M., M.Ak. selaku Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan, serta Wahab Aznul Hidaya, S.H., M.H. sebagai Dosen Fakultas Hukum.
Sementara itu, pada formasi kesehatan, panitia menghadirkan Ns. Rudiyanto Mirino, S.Kep., M.Kes, seorang Perawat Ahli Madya, sebagai penguji ahli untuk menilai kompetensi peserta.
Seluruh rangkaian seleksi berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kehadiran penguji eksternal dari kalangan akademisi dan praktisi kesehatan menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mewujudkan proses rekrutmen yang transparan serta menghasilkan calon Bhayangkara yang profesional, kompeten, dan berintegritas tinggi di wilayah Papua Barat Daya. (***)
