Penjabat Bupati Intan Jaya Jarang Ditempat, Masyarakat Keluhkan Intan Jaya Terjadi Inflasi Berkepanjangan

Bagikan berita ini

Intan Jaya,Honaipapua.com, -Setelah mendengar informasi dari beberapa ASN dan masyarakat bahwa di kabupaten Intan Jaya telah terjadi Inflasi beberapa bulan terakhir ini.

Nampak Tim media saat melakukan investigasi lapangan di kabupaten Intan jaya

” Kami tim media berangkat dari Jakarta menuju Timika dan langsung naik ke kabupaten intan jaya ibukota Sugapa, langsung menuju ke kantor Bupati untuk melihat langsung kegiatan perkantoran dan ternyata benar adanya informasi yang disampaikan bahwa kantor-kantor pemerintah daerah kabupaten Intan Jaya semua pada tutup tidak ada aktifitas pelayanan kepada masyarakat.

Kantor Bupati semegah itu tapi tidak ada aktifitas sama sekali, dari kantor Bupati, kami menuju ke pasar mama-mama Papua dan menemui beberapa masyarakat yang ada di pasar untuk mencari keterangan informasi,. Setelah kami menemui beberapa warga mengeluh tentang semua harga Sembako pada mahal semua. Mulai dari harga minyak goreng perliter di harga Rp.50.000 kemudian Beras perkarung 10 kg tembus di angka harga 500 ribu, harga Supermie perbungkus Rp.10 ribu dan kebutuhan bahan sandang pangan naik melambung dari harga normal sebelumnya.

Setelah itu, kami menemui para pedagang dan menanyakan langsung tentang harga Sembako, dan menurut beberapa pedagang katakan bahwa harga barang naik disebabkan karena harga timbangan pesawat naik perkilo sekitar 40 ribu.

Masyarakat merasa sedih, karena tidak ada satu pejabat daerah atau PJ Bupati yang melihat kondisi ini. Masyarakat merasa sedih juga karena mau menyabut hari besar Natal dan perayaan tahun Baru tidak ada bantuan dari pemerintah kabupaten Intan Jaya.

Menurut beberapa ASN yang Tim Media temui di kabupaten Intan Jaya kota Sugapa, katakan bahwa Penjabat Bupati setiap naik ke Sugapa cuman paling lama 1 hari saja dan langsung turun ke Nabire, ada informasi juga Pj Bupati sudah membuat beberapa kantor perwakilan di Nabire, seperti kantor keuangan dan ada beberapa kantor lagi sudah di buat di Nabire.

Melihat dari dekat Inflasi yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua Tengah. Tim redaksi menemukan Kantor Bupati Intan Jaya dan Kantor-kantor Pemda sepih tidak ada pelayanan kepada Masyarakat. Hal ini dibenarkan oleh beberapa Staf ASN yang berada di Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya.

Mereka mengatakan Pj Bupati Intan Jaya Apolos Bagau,ST jarang berada disini kata staf ASN yang ditemui tim Media. Ditambah lagi Ada beberapa Kantor Pemda dan ASN pindah ke Nabire dan melayani beberapa masyarakat di Nabire seperti Kantor Dinas Keuangan.

Dari pantauan media ini menemukan perputaran dan kemajuan Ekonomi masyarakat di Intan Jaya tidak berjalan normal bahkan masyarakat melakukan sistem barter karena pembelinya tidak ada, yang selama ini belanja di pasar Tradisional mama-mama Papua hanya Aparat keamanan TNI/Polri disini dan beberapa Pegawai dan kepala Dinas yang sering berada di Sugapa.

Kata salah seorang mama di pasar saat kami jumpai menuturkan, tidak adanya perputaran dan pertumbuhan ekonomi yang normal sehingga mengakibatkan Inflasi terjadi sepanjang 3/4 bulan belakangan ini. Hal ini juga disebabkan karena mahalnya Tiket pesawat dari Nabire Sugapa dan Timika Sugapa dan sebaliknya memgalami kenaikan harga secara sepihak oleh pihak Maskapai.

Dari informasi yang kami peroleh dari salah satu pegawai yang enggan namanya disebutkan namanya mengatakan bahwa Penjabat Bupati dan Forkompinda di kabupaten Intan Jaya ini bagaikan Minyak dan Air. Artinya pemerintah daerah jarang ditempat sehingga jarang juga untuk berkomunikasi atau berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menyikapi kondisi daerah atau menyelenggarakan pembangunan di pelbagai aspek pembangunan yang ada. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Ke atas