Bung Jhon Sukses Antar Yakuza Manokwari Raih Juara Umum Putra dan Putri pada Open Turnamen Biliar Dandim Cup Series I Teluk Bintuni

Bagikan berita ini

MANOKWARI,Honaipapua.com, –Club Yakuza Manokwari kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia olahraga biliar Papua Barat. Di bawah kepemimpinan dan pembinaan Bung Jhon, Yakuza Manokwari berhasil meraih gelar Juara Umum Putra dan Putri pada ajang Open Turnamen Biliar Dandim 1806/Teluk Bintuni (TB) Cup Series I Tahun 2026.

Turnamen yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni tersebut berlangsung di Gedung Okey Billiard, Kampung Lama, Distrik Bintuni. Kegiatan ini diikuti puluhan atlet biliar dari berbagai kabupaten di Papua Barat dan menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan atlet senior berpengalaman dengan para pemain muda potensial.

Dalam kompetisi tersebut, Yakuza Manokwari tampil dominan dengan menempatkan sejumlah atletnya di posisi terbaik. Pada kategori putri, Anggeline Ticualu berhasil meraih Juara Terbaik I. Sementara pada kategori putra, Eddy King sukses meraih Juara Terbaik I, disusul Felix sebagai Juara Terbaik II, dan Erwin yang menempati posisi Juara Terbaik III.
Capaian tersebut mengantarkan Yakuza Manokwari sebagai club terbaik sekaligus peraih gelar juara umum pada Open Turnamen Biliar Dandim 1806/TB Cup Series I Tahun 2026.

Pemilik Club Yakuza Manokwari, Bung Jhon, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya selama turnamen berlangsung.

“Prestasi ini bukan hanya milik Yakuza Manokwari, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Papua Barat. Atlet-atlet kita telah membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan dan kualitas untuk bersaing dengan pemain-pemain terbaik lainnya,” ujar Bung Jhon saat ditemui di Manokwari, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, termasuk menghadirkan atlet-atlet berpengalaman tingkat nasional untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi muda.

“Saya sengaja menghadirkan atlet-atlet yang sudah berpengalaman di tingkat nasional agar pemain lokal dan atlet muda dapat belajar secara langsung, baik dari sisi teknik, strategi bermain, maupun mental bertanding. Ini adalah bagian penting dari proses pembinaan atlet,” katanya.

Bung Jhon menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak hanya dilakukan melalui latihan rutin, tetapi juga melalui kompetisi yang mampu meningkatkan kemampuan teknik, konsistensi permainan, serta mental bertanding para atlet muda.

Di balik keberhasilan tersebut, ia juga berharap adanya dukungan yang lebih besar dari pemerintah daerah, KONI Papua Barat, dan POBSI Papua Barat dalam memperkuat program pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Masih banyak atlet berbakat yang membutuhkan fasilitas latihan yang memadai, perlengkapan pertandingan, kesempatan mengikuti kejuaraan, hingga program pembinaan jangka panjang. Atlet yang sudah berprestasi jangan sampai kehilangan perhatian,” tegasnya.

Salah satu atlet andalan Yakuza Manokwari, Felix, yang pernah menyumbangkan medali perunggu cabang olahraga biliar pada PON XX Papua Tahun 2021, turut menyampaikan harapannya agar perhatian terhadap atlet daerah terus ditingkatkan.

“Perjalanan seorang atlet tidak berhenti setelah meraih medali. Kami membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar dapat terus berlatih, menjaga performa, dan meningkatkan prestasi. Fasilitas latihan, perlengkapan olahraga, serta kesempatan mengikuti turnamen sangat penting bagi perkembangan atlet,” ungkap Felix.

Ia juga mengapresiasi dukungan Bung Jhon dan Club Yakuza Manokwari yang selama ini telah membantu para atlet melalui penyediaan fasilitas latihan serta kesempatan mengikuti berbagai turnamen di dalam maupun luar daerah.

Keberhasilan Yakuza Manokwari mendominasi Open Turnamen Biliar Dandim 1806/TB Cup Series I menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga biliar di Papua Barat. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen tersebut juga menjadi wadah silaturahmi antar-atlet, sarana pencarian bibit-bibit muda berbakat, serta momentum memperkuat ekosistem pembinaan olahraga biliar di Papua Barat.

Dengan dukungan pemerintah, organisasi olahraga, komunitas biliar, dan masyarakat, prestasi yang diraih Yakuza Manokwari diharapkan dapat menjadi motivasi lahirnya generasi atlet baru yang mampu mengharumkan nama Papua Barat di tingkat nasional maupun internasional.

“Dari Bintuni, kami ingin menunjukkan bahwa atlet-atlet Papua Barat memiliki kemampuan, semangat, dan kualitas untuk bersaing di mana saja. Yang dibutuhkan adalah dukungan dan pembinaan yang berkelanjutan agar mereka terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” tutup Bung Jhon. (Aris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas