Autopsi Jenazah Yanto Idorway Ditunda hingga Kamis, Polda Papua Barat Tunggu Dokter Forensik dari Jayapura

Bagikan berita ini

MANOKWARI,Honaipapua.com, –Proses autopsi terhadap jenazah presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, yang semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu (29/7/2026), resmi ditunda hingga Kamis (30/7/2026). Penundaan dilakukan karena Polda Papua Barat masih menunggu kedatangan dokter forensik dari Jayapura.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Papua Barat, Kombes Pol. dr. Iskandar, Sp.B., MARS., QHIA, mengatakan pihaknya telah menerima surat permohonan autopsi dari penyidik. Namun, hingga saat ini Kabupaten Manokwari belum memiliki dokter forensik yang dapat melaksanakan tindakan tersebut.

“Surat permohonan kepada dokter forensik di Jayapura baru dikirim pada Selasa. Rencana autopsi yang semula dijadwalkan pada Rabu terpaksa ditunda karena tidak tersedia penerbangan dari Jayapura menuju Manokwari pada hari tersebut,” ujarnya kepada TVRI Papua Barat.

Ia menjelaskan, autopsi dijadwalkan berlangsung pada Kamis (30/7/2026) setelah dokter forensik tiba di Manokwari.
Menurut Iskandar, autopsi merupakan tahapan penting dalam proses penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah dan medis, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar bagi penyidik dalam mengungkap fakta-fakta yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Ia memperkirakan proses autopsi terhadap jenazah Yanto Idorway akan memakan waktu sekitar dua hingga empat jam. Durasi tersebut lebih lama dibandingkan autopsi pada umumnya karena kondisi jenazah telah berada di dalam air selama hampir sembilan hari, sehingga membutuhkan pemeriksaan yang lebih teliti.

Sementara itu, pihak keluarga telah memberikan persetujuan dengan menandatangani surat kesediaan pelaksanaan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat.

Saat ini, jenazah Yanto Idorway masih disimpan di dalam lemari pendingin (cold storage) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat sambil menunggu pelaksanaan autopsi yang dijadwalkan pada Kamis.

Autopsi diharapkan dapat memberikan kepastian ilmiah mengenai penyebab kematian Yanto Idorway sekaligus melengkapi proses penyelidikan yang tengah dilakukan aparat kepolisian. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas