Biak,Honaipapua.com, –Kepedulian terhadap masa depan PSBS Biak Numfor mendorong sejumlah mantan pemain era 1980-an dan 1990-an untuk berkumpul dan membahas langkah kebangkitan klub kebanggaan masyarakat Biak yang dikenal dengan julukan “Napi Bongkar”.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh mantan pemain PSBS, Gerits Rumaropen, bersama sejumlah rekan-rekannya di Biak, Jumat (6/6/2026).
Gerits mengaku prihatin melihat kondisi PSBS Biak Numfor yang mengalami kemunduran setelah gagal mencapai target promosi dan kehilangan dukungan sponsor. Menurutnya, klub yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Papua itu kini membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
“PSBS saat ini ibarat anak ayam yang kehilangan induknya. Setelah tidak lagi mendapat dukungan sponsor, perjalanan klub menjadi semakin berat,” ujar Gerits.
Meski demikian, ia optimistis PSBS masih memiliki masa depan yang cerah. Biak Numfor, kata dia, merupakan daerah yang tidak pernah kekurangan talenta sepak bola. Banyak pemain berbakat lahir dari tanah Biak dan sukses berkarier di berbagai klub di Papua maupun tingkat nasional.
“Kita punya banyak pemain hebat yang lahir dari Biak. Ada Kris Yarangga, Jack Komboy, dan masih banyak lagi. Selain itu, generasi muda saat ini juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” katanya.
Sebagai bentuk keseriusan membangkitkan kembali PSBS, Gerits bersama sejumlah mantan pemain dan tokoh olahraga Biak telah menemui anggota DPR RI, Yan Permenas Mandenas, di Timika. Dalam pertemuan tersebut, mereka menyampaikan berbagai aspirasi terkait masa depan PSBS Biak Numfor.
Menurut Gerits, pertemuan tersebut mendapat sambutan positif. Yan Mandenas disebut menyatakan komitmennya untuk kembali memberikan dukungan terhadap klub berjuluk “Napi Bongkar” tersebut.
“Beliau merespons dengan baik dan menyampaikan kesiapan untuk kembali mendukung PSBS Biak Numfor,” ungkapnya.
Selain dukungan sponsor, para mantan pemain juga tengah menyiapkan program pembinaan usia muda melalui wadah Ousstar PSBS Biak. Program ini akan fokus menjaring dan membina pemain-pemain berbakat berusia 18 hingga 19 tahun sebagai bagian dari regenerasi klub.
“Tim ini akan menjadi lapis persiapan untuk menghadapi kompetisi Liga 2 pada musim mendatang. Pembinaan usia muda menjadi kunci agar PSBS kembali memiliki fondasi yang kuat,” jelas Gerits.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, sponsor, mantan pemain, dan masyarakat dapat menjadi momentum kebangkitan PSBS Biak Numfor. Dengan dukungan tersebut, PSBS diharapkan mampu kembali bersaing di level nasional dan mengembalikan kejayaannya seperti masa lalu.
“Harapan kami, Pak Yan Mandenas dapat membantu membangun kembali PSBS Biak Numfor agar bisa kembali berprestasi, bersaing di Liga 2, dan pada akhirnya promosi ke Liga 1,” tutupnya. (Claus)
