SORONG,Honaipapua.com, –Pergantian pucuk pimpinan Polda Papua Barat Daya memasuki babak baru. Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., resmi disambut sebagai Kapolda Papua Barat Daya, sementara Brigjen Pol. Audie S. Latuheru, S.I.K., M.Han., dilepas setelah sebelumnya memimpin institusi kepolisian tersebut.

Tradisi penyambutan dan pelepasan berlangsung di Mako Polda Papua Barat Daya, Rabu (9/9/2026), dalam suasana khidmat yang dihadiri jajaran pimpinan dan personel kepolisian.

Kasubid Pid Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare, mengatakan tradisi penyambutan Kapolda baru dilaksanakan sekitar pukul 13.00 WIT.

“Kegiatan tersebut diikuti Wakapolda Papua Barat Daya, Irwasda, para Pejabat Utama (PJU), para Kapolres/ta jajaran Polda Papua Barat Daya, serta personel Polda Papua Barat Daya,” ujar Jenny.

Penyambutan tersebut menjadi momentum awal bagi Brigjen Pol. Hengki Haryadi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Kehadiran pimpinan baru diharapkan mampu memperkuat soliditas internal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.
Tongkat Komando Beralih, Tantangan Keamanan Menanti
Sekitar pukul 14.00 WIT, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tradisi pelepasan Brigjen Pol. Audie S. Latuheru.
Pelepasan tersebut dihadiri Kapolda Papua Barat Daya, Wakapolda, Irwasda, para PJU, para Kapolres/ta jajaran, serta personel Polda Papua Barat Daya.
Tradisi itu menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi keluarga besar Polda Papua Barat Daya atas dedikasi serta pengabdian Brigjen Pol. Audie S. Latuheru selama memimpin institusi tersebut.
Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar seremoni organisasi. Di tengah dinamika keamanan Papua Barat Daya, tongkat komando yang beralih juga membawa harapan agar berbagai program dan kebijakan yang telah berjalan dapat dilanjutkan secara konsisten.
Pimpinan baru dituntut mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memberikan perlindungan serta pelayanan terbaik, sekaligus memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Bagi masyarakat Papua Barat Daya, pergantian Kapolda tentu diharapkan tidak berhenti pada perubahan nama di pucuk pimpinan. Momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kepercayaan publik melalui kerja nyata, respons cepat terhadap persoalan keamanan, serta pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan warga.
Seluruh rangkaian tradisi penyambutan dan pelepasan berlangsung tertib, khidmat, aman, dan terkendali. (***)



