BIAK.HonaiPapua.Com, -Dalam rangka menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026, Tokoh Adat Biak, J.J.K Mandibodibo, menggelar kegiatan Dialog Adat Pemuda Papua Damai bersama masyarakat dan generasi muda. Kegiatan tersebut berlangsung di kediamannya di Kampung Sorido, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Kamis (22/10/2026).
Dialog adat yang mengusung tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai” ini dihadiri puluhan pemuda, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, memperkuat identitas keadatan, serta memperkokoh persatuan di kalangan generasi muda Papua.
Dalam sambutannya, J.J.K Mandibodibo menegaskan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan semata. Menurutnya, momentum Sumpah Pemuda harus menjadi refleksi dan pengingat bagi seluruh pemuda Indonesia, khususnya pemuda Papua, untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Sumpah Pemuda 2026 ini bukan hanya seremonial. Ini adalah pengingat bagi kita semua, bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari pengorbanan para pahlawan. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah menjaga persatuan itu,” ujar Mandibodibo.
Lebih lanjut, Mandibodibo menekankan peran strategis pemuda-pemudi Papua sebagai motor penggerak pembangunan. Ia menyebut pemuda Papua memiliki posisi penting dalam mendukung kedaulatan Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus menjadi garda terdepan dalam menyukseskan berbagai program pembangunan Pemerintah Pusat di Tanah Papua.
Menurutnya, perjalanan pemuda Papua menuju kesuksesan tidak lepas dari berbagai tantangan zaman. Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah derasnya arus informasi di era digital dan adanya pengaruh dari kelompok-kelompok tertentu yang berupaya memengaruhi cara pandang generasi muda terhadap program dan kebijakan pemerintah.
“Oleh karena itu, di era digital seperti sekarang ini, saya berpesan kepada seluruh pemuda Papua untuk cerdas dan bijak dalam bermedia sosial. Saring sebelum sharing. Bedakan mana informasi yang benar dan mana yang hoaks. Gunakan teknologi untuk hal-hal yang membangun kampung dan masa depan,” tegasnya.
Mandibodibo juga mengajak para pemuda untuk tidak melupakan jati diri dan adat istiadat. Ia menilai, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan kuatnya nilai-nilai adat sebagai fondasi moral.
Sebagai wujud kepedulian dan kehadiran negara di tengah masyarakat, kegiatan dialog adat tersebut juga dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat, khususnya mama-mama yang berasal dari wilayah pegunungan Lapago.
Paket sembako yang dibagikan berupa beras, susu kaleng, kopi, teh, dan minyak goreng. Mandibodibo menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bukti nyata perhatian Pemerintah Pusat untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang membutuhkan.
“Ini adalah bentuk kecil dari kepedulian. Pemerintah hadir di tengah masyarakat Papua. Kita ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita dari pegunungan yang ada di Biak juga merasakan perhatian dan kasih,” imbuhnya.
Kegiatan dialog berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh keakraban. Para pemuda yang hadir pun menyambut baik pesan-pesan yang disampaikan dan berkomitmen untuk bersama-sama menjaga kedamaian serta menjadi pelopor pemuda Papua yang cerdas, beradat, dan cinta tanah air. (Claus. Lazim)
