Ketua FORKOM IMEKKO Bersatu Papua Barat Daya Kecam Rencana Pembebasan 100 Hektar Hutan Sagu di Sorong Selatan

Bagikan berita ini

SORONG SELATAN,Honaipapua.com, –Ketua FORKOM IMEKKO Bersatu Papua Barat Daya, Ferry Onim, menyampaikan kritik keras terhadap rencana pembebasan lahan seluas 100 hektar yang disebut akan berdampak pada kawasan hutan sagu milik masyarakat adat di wilayah IMEKKO, Kabupaten Sorong Selatan.

Dalam pernyataannya, Ferry Onim menilai kebijakan tersebut berpotensi mengancam keberlangsungan hutan sagu yang selama ini menjadi sumber kehidupan, identitas budaya, dan ketahanan pangan masyarakat adat Suku Besar IMEKKO.

Menurutnya, sagu bukan hanya sekadar komoditas pangan, tetapi merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ia menegaskan bahwa keberadaan hutan sagu harus dilindungi demi menjaga hak-hak masyarakat adat serta menjamin keberlanjutan sumber pangan bagi generasi mendatang.

“Dari sagu kami hidup, tumbuh, dan berkembang. Sagu telah menjadi sumber kehidupan masyarakat IMEKKO selama bertahun-tahun. Karena itu, kami meminta agar setiap kebijakan yang menyangkut hutan adat dan hutan sagu harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat,” ujar Ferry Onim.

Ferry juga mengajak seluruh masyarakat IMEKKO untuk bersatu dalam mengawal keberadaan hutan sagu yang dinilai memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan yang sangat penting bagi masyarakat setempat.

Ia menegaskan bahwa apabila aktivitas pembukaan lahan yang berpotensi merusak hutan sagu tetap dilakukan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah penyampaian aspirasi secara damai sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat adat.

Selain itu, Ferry meminta Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan untuk mengedepankan dialog terbuka dengan masyarakat adat sebelum mengambil keputusan terkait pemanfaatan lahan yang berada di wilayah adat.

“Hutan sagu adalah warisan leluhur yang harus dijaga bersama. Kami berharap pemerintah dapat mendengarkan suara masyarakat adat dan mengutamakan perlindungan terhadap sumber pangan tradisional yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat IMEKKO,” tegasnya.

FORKOM IMEKKO Bersatu Papua Barat Daya menyatakan akan terus mengawal isu perlindungan hutan sagu dan hak-hak masyarakat adat di wilayah Sorong Selatan guna memastikan pembangunan yang dilakukan tetap memperhatikan aspek lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat lokal. (***)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas