MUBES II Kain Kain Karkara Byak Resmi Dibuka di Tanah Tabi, Perkuat Persatuan dan Eksistensi Adat Biak

Bagikan berita ini

JAYAPURA,Honaipapua.com, –Semangat persaudaraan dan pelestarian budaya adat mewarnai pembukaan Musyawarah Besar (MUBES) II Ikatan Kekeluargaan Kain Kain Karkara Byak Sub Suku Biak yang berdomisili di wilayah Adat Tabi, Selasa (3/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kota Jayapura, Provinsi Papua, tersebut dibuka secara resmi dalam suasana khidmat, meriah, dan sarat nuansa kekeluargaan adat Biak. MUBES II menjadi momentum penting bagi masyarakat Biak di Tanah Tabi untuk memperkuat persatuan, mengevaluasi perjalanan organisasi, sekaligus menentukan arah kepemimpinan dan program kerja lima tahun ke depan.

Forum tertinggi organisasi ini tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi seluruh elemen masyarakat adat Biak dalam menjaga identitas, nilai-nilai budaya, serta memperkuat kontribusi bagi pembangunan di Tanah Papua, khususnya wilayah Adat Tabi.

Dihadiri Kapolda Papua hingga Anggota DPR RI

Pembukaan MUBES II tersebut mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Ketua Dewan Adat Kain Kain Karkara Byak, Ketua Suku Tanah Tabi, Kapolda Papua, Kapolresta Jayapura Kota, Anggota DPR RI Dapil Papua Tony Tesar, S.Sos., para tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, para Mananwir, serta ratusan warga Suku Biak yang berdomisili di Tanah Tabi.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Adat Kain Kain Karkara Byak menegaskan bahwa MUBES II bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan forum penting untuk menyatukan pikiran, hati, dan komitmen seluruh keluarga besar masyarakat Biak.

“Kita datang dari satu moyang, satu darah Byak. Di Tanah Tabi kita hidup berdampingan dengan saudara-saudara kita dari suku lain. Karena itu, melalui MUBES II ini kita ingin perkuat organisasi ini agar lebih solid, lebih bermartabat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah,” tegasnya.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjaga persaudaraan tanpa mengabaikan keberagaman suku dan budaya yang hidup berdampingan di Tanah Tabi.

Sementara itu, perwakilan tokoh adat Tabi menyambut baik pelaksanaan MUBES II. Kehadiran organisasi masyarakat Biak dinilai sebagai bagian dari kekayaan sosial dan budaya yang turut memperkuat kehidupan bersama di wilayah adat Tabi.

Rangkaian pembukaan diawali dengan doa bersama, tarian adat penyambutan, serta laporan panitia pelaksana. Nuansa kebersamaan tampak kuat melalui kehadiran masyarakat Biak dari berbagai latar belakang dan unsur organisasi adat.

MUBES Diselimuti Duka, Peserta Kenang Kepergian Ketua Umum DAP

Di tengah sukacita pelaksanaan MUBES II, suasana kegiatan turut diselimuti duka mendalam atas meninggalnya Mananwir Beba, Bapak Yanpiter Yarangga, Ketua Umum Dewan Adat Papua (DAP).

Seluruh peserta MUBES II menyampaikan ungkapan belasungkawa atas kepergian almarhum yang menjadi kehilangan besar bagi keluarga dan masyarakat adat di Tanah Papua.

Melalui forum tersebut, keluarga besar Kain Kain Karkara Byak di Tanah Tabi menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum.

Mereka berharap Tuhan, Sang Pemilik kehidupan, memberikan kekuatan, ketabahan, penghiburan, dan sukacita bagi keluarga yang ditinggalkan.

Tentukan Kepemimpinan dan Arah Organisasi Lima Tahun ke Depan

MUBES II Kain Kain Karkara Byak dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan sejumlah agenda strategis. Pembahasan meliputi evaluasi dan laporan pertanggungjawaban pengurus, pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pemilihan pengurus baru, serta penyusunan program kerja organisasi untuk lima tahun mendatang.

Hasil musyawarah ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang solid, keputusan yang bijaksana, serta program kerja yang menyentuh kepentingan masyarakat adat Biak di Tanah Tabi.

Lebih dari itu, MUBES II diharapkan menjadi momentum memperkuat identitas dan martabat masyarakat Biak, menjaga warisan leluhur, serta membangun hubungan persaudaraan yang harmonis dengan seluruh suku dan masyarakat di Tanah Papua.

Syowi Ma Kasumasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas