KKK Papua Barat Gelar Ibadah Syukur, Apresiasi Bantuan Kolintang dari Gubernur Sulawesi Utara

Bagikan berita ini

MANOKWARI,Honaipapua.com, –Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Papua Barat menggelar ibadah pengucapan syukur atas bantuan satu set alat musik tradisional kolintang yang diberikan oleh Yulius Selvanus, Senin (3/8/2026).

Ibadah yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Manokwari itu dihadiri Ketua KKK DPW Papua Barat Deiby Debora Pangemanan, jajaran pengurus, anggota KKK, serta Panitia Pesparawi Kawanua.

Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai kegiatan sebagai bentuk ungkapan syukur atas perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kepada warga Kawanua yang bermukim di Papua Barat.

Ketua KKK DPW Papua Barat, Deiby Debora Pangemanan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Utara beserta istri atas dukungan yang diberikan melalui bantuan satu set alat musik kolintang.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar pemberian alat musik, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya Sulawesi Utara di Tanah Papua.

“Atas nama keluarga besar Kawanua di Papua Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Utara beserta Ibu atas bantuan yang telah diberikan. Kiranya kolintang ini menjadi berkat dan dapat dimanfaatkan dengan baik, terutama oleh generasi muda Kawanua agar terus mengenal, mempelajari, serta melestarikan budaya leluhur,” ujar Deiby.

Ia berharap keberadaan alat musik tradisional tersebut dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda sekaligus mempererat persaudaraan warga Kawanua di Papua Barat melalui berbagai kegiatan seni, budaya, dan pelayanan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pesparawi Kawanua, Pdt. Erwin, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, kolintang tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan keharmonisan masyarakat Kawanua.

Ia berharap kehadiran alat musik tradisional itu dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat di Manokwari yang dikenal sebagai Kota Injil, sekaligus menjadi media pelayanan dan pelestarian budaya bagi generasi penerus.

“Kami berharap keberadaan warga Kawanua asal Sulawesi Utara di Tanah Papua senantiasa menjadi berkat bagi masyarakat melalui pelayanan, semangat persaudaraan, serta komitmen menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” katanya.

Selain ibadah pengucapan syukur, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembubaran Panitia Pesparawi Kawanua sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan yang telah terlaksana dengan baik dan sukses. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan serta harapan agar persatuan dan kekeluargaan warga Kawanua di Papua Barat terus terpelihara. (***)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas