Biak Numfor,Honaipapua.com, -Peringatan Hari Pattimura ke-209 Tahun 2026 di Kabupaten Biak Numfor resmi dimulai dengan pembukaan Turnamen Gawang Mini Pattimura Cup oleh Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy Carter R. Kapisa, pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 15.15 WIT.

Kegiatan ini diprakarsai oleh panitia yang diketuai Yohanis Amboki, anggota DPRK Biak Numfor, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kepahlawanan, persatuan, serta semangat kebudayaan Maluku di Tanah Papua.
Dalam keterangannya kepada awak media usai pembukaan, Amboki menjelaskan bahwa turnamen sepak bola gawang mini tersebut merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pattimura. Tahun ini, turnamen diikuti oleh 32 tim yang merepresentasikan komunitas Maluku di Biak, termasuk warga keturunan maupun mereka yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Maluku.
“Turnamen ini tidak hanya diikuti oleh warga Maluku, tetapi juga masyarakat lokal Biak yang memiliki ikatan kekeluargaan. Ini menunjukkan semangat inklusi dan persaudaraan antaretnis yang terus kita jaga,” ujar Amboki.
Ia menambahkan, pihaknya mengusung motto “Hari ini kita satu, kita kuat”, sebagai refleksi pentingnya persatuan dalam keberagaman.
“ Di mana kaki dipijak, di situ langit dijunjung. Kita harus menjunjung tinggi nilai kejujuran, persahabatan, dan tanggung jawab sosial,” tegasnya.
Turnamen ini dijadwalkan berlangsung hingga 10 Mei 2026. Selain pertandingan olahraga, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan lain dalam rangka memeriahkan Hari Pattimura, di antaranya lomba Pop Singer Lagu Ambon yang akan digelar di Biak Broadcasting Center pada 8–9 Mei 2026, kegiatan donor darah massal di Kabupaten Supiori, serta pelatihan public speaking dan master of ceremony bagi generasi muda di Supiori.
Puncak peringatan Hari Pattimura ke-209 direncanakan berlangsung pada 15 Mei 2026 di Halaman Kantor Bupati Supiori, sebagaimana usulan pemerintah daerah setempat.
Amboki menegaskan bahwa keberadaan komunitas Maluku di Biak memiliki akar sejarah panjang, sejak masa para leluhur yang datang membawa misi pendidikan dan pelayanan keagamaan di Tanah Papua. Karena itu, generasi saat ini diharapkan mampu melanjutkan warisan tersebut melalui kontribusi nyata dalam pembangunan sosial dan kemanusiaan.
Ia berharap, rangkaian kegiatan Hari Pattimura tahun ini dapat menjadi momentum memperkuat integrasi sosial lintas wilayah Biak–Supiori, sekaligus melestarikan identitas budaya dan membangun solidaritas masyarakat di kawasan Teluk Cenderawasih.
“Melalui olahraga dan kegiatan sosial budaya ini, kami ingin Pattimura tidak sekadar menjadi peringatan seremonial, tetapi juga ruang dialog dan kebersamaan yang produktif,” pungkasnya. (***)
