SUPIORI,HonaiPapua.com, -Delegasi Kedutaan Besar Belanda melakukan kunjungan kerja ke Pulau Meosbefondi, Distrik Supiori Barat, Kabupaten Supiori, Papua, Minggu (18/10/2026). Kunjungan ini untuk meninjau langsung dampak abrasi pantai dan kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat di pulau terluar.
Delegasi dipimpin Direktur Society College yang juga Ketua Tim Delegasi Kedutaan Besar Belanda, Alfred Van De Klis. Ia didampingi sejumlah tenaga ahli di bidang pendidikan, strategi, dan energi. Turut mendampingi perwakilan Pemerintah Provinsi Papua dan Majelis Rakyat Papua (MRP).
Kunjungan tersebut disambut langsung Bupati Supiori, Heronimus Mansoben. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian delegasi Belanda terhadap kondisi masyarakat di wilayah kepulauan terluar Kabupaten Supiori.
“Kami berharap kunjungan ini dapat membuka perhatian lebih luas terhadap kebutuhan warga kami di pulau-pulau terluar, khususnya Meosbefondi, Mapia, dan Rani yang masih sangat membutuhkan dukungan pelayanan dasar,” ujar Bupati Heronimus.
Menurut Bupati, ancaman abrasi pantai saat ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Abrasi dinilai tidak hanya menggerus bibir pantai, tetapi juga mengancam permukiman warga, infrastruktur publik, dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.
Selain penanganan abrasi melalui pembangunan tanggul pengaman pantai, pemerintah daerah mencatat sejumlah kebutuhan mendesak lainnya, yakni penyediaan rumah layak huni, akses listrik, dan air bersih.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Supiori secara resmi menyerahkan dokumen usulan percepatan bantuan penanganan abrasi dan pembangunan infrastruktur dasar untuk masyarakat di tiga pulau, yakni Meosbefondi, Mapia, dan Rani. Proposal pembangunan infrastruktur Pulau Meosbefondi juga diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Papua untuk ditindaklanjuti.
Anggota Majelis Rakyat Papua Pokja Perempuan, Febiola Iriani Ohe, menegaskan bahwa penanganan abrasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Supiori harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
“Wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Supiori membutuhkan intervensi yang serius. Penanganan abrasi yang berkelanjutan akan berdampak langsung pada keselamatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat kepulauan,” kata Febiola.
Sementara itu, Ketua Delegasi Alfred Van De Klis menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat pemerintah daerah dan masyarakat Pulau Meosbefondi. Ia menyebut kunjungan ini menjadi kesempatan penting untuk melihat secara langsung kondisi riil warga.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan ini. Kunjungan ini memberi kami kesempatan untuk melihat langsung kehidupan masyarakat dan kondisi infrastruktur di wilayah pulau terluar,” ujar Alfred.
Usai pertemuan, delegasi bersama pemerintah daerah meninjau sejumlah titik, meliputi lokasi rencana pengembangan kelistrikan, sumber air bersih, dan garis pantai yang terdampak abrasi parah.
Hasil peninjauan lapangan tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan kajian bagi para pihak terkait, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun mitra internasional, dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan mitigasi bencana di wilayah kepulauan Kabupaten Supiori. (Claus)
