BIAK,HonaiPapua.com, –Ketahanan pangan tidak cukup hanya dibicarakan di ruang-ruang pemerintahan. Masyarakat adat dan petani harus ditempatkan sebagai kekuatan utama yang menggerakkan produksi pangan dari kampung.
Pesan itu ditegaskan Tokoh Adat Biak Mananwir-Er Sroyer, Semuel Sroyer, saat menggelar Bakti Sosial Ketahanan Pangan bersama masyarakat Kampung Inggiri, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, dalam rangka menyambut Hari Tani Nasional 2026, Selasa (30/9/2026).
Mengusung tema “Masyarakat Adat Sebagai Penggerak Lumbung Desa”, kegiatan tersebut dihadiri tokoh adat, kelompok tani, pemuda, serta masyarakat Kampung Inggiri.
Semuel menegaskan, Hari Tani Nasional tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi titik dorong untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.
«“Hari Tani Nasional harus kita jadikan momentum untuk memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis kearifan lokal. Peran masyarakat adat dan para petani menjadi kunci utama dalam menyukseskan ketahanan pangan lokal, sehingga dampaknya benar-benar dirasakan untuk kesejahteraan warga,” ujar Semuel.»
Menurutnya, Biak Numfor memiliki potensi lahan dan sumber daya manusia yang besar untuk membangun kedaulatan pangan. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa kolaborasi, pendampingan dan komitmen untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
Bantuan Bibit, Dorong Kampung Jadi Lumbung Pangan
Sebagai langkah konkret, Semuel menyalurkan bantuan bibit tanaman dan bibit biji tanaman kepada masyarakat Kampung Inggiri.
Bantuan tersebut diharapkan tidak sekadar dibagikan dan ditanam, tetapi benar-benar dikelola secara bersama agar mampu meningkatkan produksi sekaligus menjadi sumber pangan dan pendapatan masyarakat.
«“Harapan saya, bantuan bibit ini dapat dikelola dengan baik, ditanam dan dirawat bersama, sehingga mampu menghasilkan produksi pertanian yang memuaskan dan menjadi lumbung pangan bagi kampung,” tambahnya.»
Selain bantuan bibit, kegiatan bakti sosial juga diwarnai pembagian paket sembako berupa beras, susu kaleng, kopi, teh dan minyak goreng kepada warga.
Semuel menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat Papua, khususnya warga Biak.
«“Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat Papua. Ini adalah bentuk perhatian untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang membutuhkan, sambil kita terus mendorong kemandirian pangan jangka panjang,” tuturnya.»
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Masyarakat Kampung Inggiri berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum Hari Tani Nasional, tetapi dapat berlanjut melalui program pendampingan pertanian yang berkelanjutan.
Bagi masyarakat, bantuan bibit menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan lahan produktif, pendampingan petani, ketersediaan sarana produksi hingga pemasaran hasil pertanian agar lumbung pangan kampung benar-benar tumbuh dan memberi dampak ekonomi bagi warga Kalzim. (Claus)
