BIAK,HonaiPapua.com, –Tujuh hari pasca-ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, tim gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap tiga korban yang hingga kini belum ditemukan.

Perkembangan terbaru penanganan insiden tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung Negara Biak, Sabtu (6/6/2026) malam. Konferensi pers dihadiri Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra, Anggota DPR RI Komisi XIII Yan Permenas Mandenas, serta perwakilan TNI, Basarnas, Tim Jibom, dan Gegana Polda Papua.
Korban Meninggal Bertambah Menjadi Enam Orang
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal dunia yang telah berhasil diidentifikasi kini mencapai enam orang. Sementara itu, tiga korban lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
“Untuk korban meninggal dunia tercatat enam jenazah, sedangkan yang belum ditemukan sebanyak tiga orang,” ujar AKBP Ari Trestiawan.
Sementara itu, seluruh korban yang mengalami luka-luka telah didata oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Biak Numfor. Saat ini tidak terdapat korban yang masih menjalani perawatan inap di rumah sakit. Kondisi para korban luka terus dipantau oleh tenaga kesehatan dengan status rawat jalan.
Tim DVI Kumpulkan Sampel DNA
Dalam proses identifikasi korban, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus bekerja mengumpulkan data pendukung. Pada Sabtu (6/6/2026), tim berhasil memperoleh empat sampel DNA postmortem tambahan.
Dengan penambahan tersebut, total sampel DNA postmortem yang telah dikumpulkan selama dua hari terakhir mencapai sepuluh sampel. Seluruh sampel akan dikirim ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta guna menjalani pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Lokasi
Tim gabungan yang melakukan penyisiran di sekitar lokasi ledakan juga menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan para korban maupun peristiwa ledakan.
Barang-barang yang ditemukan antara lain dua serpihan bagian tubuh manusia, satu unit telepon seluler merek Evercoss warna hitam, tiga buah dompet berwarna cokelat, hitam dan merah muda, satu bilah pisau sepanjang kurang lebih 10 sentimeter, satu gunting medis, satu pinset medis, serta satu perangkat GPS merek Garmin eTrex.
Area Pusat Ledakan Dinyatakan Steril
Tim Jibom Gegana Polda Papua menyatakan bahwa area Ring 1 atau titik yang diduga menjadi pusat ledakan telah dinyatakan steril dan aman dari potensi bahan peledak lain.
Meski demikian, aparat keamanan tetap melarang masyarakat memasuki kawasan tersebut karena proses olah tempat kejadian perkara (TKP) masih berlangsung.
“Proses olah TKP masih terus dilakukan untuk mencari petunjuk dan barang-barang yang berkaitan dengan peristiwa ledakan,” tegas Kapolres Ari Trestiawan.
Operasi Pencarian Diperpanjang Dua Hari
Basarnas selaku koordinator operasi pencarian memastikan bahwa upaya pencarian terhadap tiga korban yang masih hilang akan diperpanjang selama dua hari ke depan.
Operasi tersebut melibatkan personel Basarnas, TNI, Polri, Tim Jibom dan Gegana, Pemerintah Daerah, serta berbagai unsur pendukung lainnya yang terus bekerja di lapangan.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan kembali mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kejadian hingga seluruh proses pencarian, identifikasi korban, dan olah TKP dinyatakan selesai.
Penyebab Ledakan Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyelidikan terkait penyebab pasti ledakan masih terus berlangsung. Dugaan sementara mengarah pada material peledak atau bom sisa Perang Dunia II yang masih tertanam di lokasi kejadian.
Tim Jibom dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri masih mendalami jenis, karakteristik, serta asal-usul material peledak yang memicu ledakan tersebut.
Peristiwa ini menjadi salah satu insiden paling mematikan yang terjadi di Biak Numfor dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus mengingatkan kembali akan potensi bahaya sisa-sisa amunisi Perang Dunia II yang masih tersebar di sejumlah wilayah Papua. (Claus)
