Koordinator Nusa Putra Sukabumi Soroti Kunjungan Bupati Sorong Selatan ke Mahasiswa Tanpa Koordinasi

Bagikan berita ini

Sorong,Honaipapua.com, –Koordinator Nusa Putra Sukabumi, Jawa Barat, Ferry Onim angkat bicara terkait kunjungan Bupati Sorong Selatan ke mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di Sukabumi, Jawa Barat, yang dinilai dilakukan tanpa koordinasi dengan pihak koordinator wilayah.

Kepada Honai papua Jumat (1/5/2026) Ferry Onim selaku Ketua Koordinator Nusa Putra Sukabumi bersama Ronal Sergadifat, Manase Baho, dan Robby Paa sebagai perintis yang selama ini mendorong peningkatan sumber daya manusia (SDM) Papua Barat hingga Papua Barat Daya, menilai kunjungan tersebut menimbulkan pertanyaan besar.

Menurut Onim, sebelumnya pihaknya telah melakukan audiensi dan upaya kerja sama dengan Pemerintah Daerah Sorong Selatan, namun tidak mendapat respons positif dari pemerintah daerah.

“Dulu kami melakukan audiensi dan mencoba membangun kerja sama, tetapi Pemda Sorong Selatan tidak menerima. Sekarang Bupati pulang pergi ke Sukabumi untuk kunjungan mahasiswa, dalam rangka apa?” tegas Ferry Onim.

Ia juga menegaskan agar Rektor Universitas Nusa Putra Sukabumi, Jawa Barat, tidak menerima kunjungan Bupati Sorong Selatan di lingkungan kampus sebelum adanya kejelasan terkait perhatian pemerintah terhadap mahasiswa Papua.

Sebagai pendiri HIMAPA Sukabumi Jawa Barat, Ferry Onim juga meminta agar HIMAPA Sukabumi segera menyatakan sikap penolakan terhadap kunjungan tersebut.

“Kami meminta Rektor dan seluruh civitas akademika kampus agar berkomitmen bersama kami sebagai koordinator wilayah yang selama ini bekerja tanpa gaji untuk mendorong SDM Papua dan memperkenalkan Universitas Nusa Putra di atas Tanah Papua sejak tahun 2019 hingga 2026,” ujarnya.

Onim menyoroti persoalan mendasar yang hingga kini belum mendapat perhatian dari Pemda Sorong Selatan, salah satunya terkait tempat tinggal mahasiswa Papua di Sukabumi yang menurutnya belum mendapat jawaban hingga saat ini.

Ia juga menyinggung dana Otonomi Khusus (Otsus) yang dinilai belum menyentuh mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di kota studi Sukabumi.

“Permohonan kami hanya soal tempat tinggal mahasiswa saja belum ada jawaban. Dana Otsus pun tidak tersentuh bagi mahasiswa Papua yang berada di kota studi Sukabumi,” kata Ferry.

Lebih lanjut, ia menilai kunjungan tersebut tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tanpa solusi nyata bagi mahasiswa.

“Bupati jangan hanya jalan-jalan saja, tetapi harus tahu bagaimana proses perjuangan program beasiswa 1000 anak negeri ini yang kami jalankan tanpa gaji hingga hari ini,” tegasnya.

Selain itu, Ferry juga menyoroti persoalan 55 ekskavator di wilayah adat Imekko yang menurutnya hingga kini belum diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan.

“Persoalan 55 ekskavator di wilayah Imekko saja belum selesai, malah pergi lagi kunjungan mahasiswa. Jangan hanya buang biaya tanpa tindakan nyata terhadap persoalan masyarakat,” tambah Ferry Onim lagi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas