Pemuda Sorendiweri Bergerak untuk Papua Damai, Esau Baab Tegaskan Adat dan Persatuan

Bagikan berita ini

SUPIORI,HonaiPapua.com, –Semangat Sumpah Pemuda ke-98 tidak hanya digaungkan lewat kata-kata. Di Kampung Sorendiweri, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Papua, para pemuda menunjukkan kepedulian melalui aksi nyata dengan menggelar Bakti Sosial Adat Pemuda Papua Damai, Kamis (23/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai adat, sekaligus mengajak generasi muda mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan, persatuan, dan perdamaian di Tanah Papua.

Tokoh adat setempat, Esau Baab, yang hadir dalam kegiatan itu, menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata, kepedulian sosial, serta komitmen untuk tidak mudah terpecah oleh perbedaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pesan-pesan adat dan kebangsaan oleh Esau Baab di hadapan puluhan pemuda dan pemudi Kampung Sorendiweri.

Ia mengapresiasi inisiatif para pemuda yang memilih bergerak melalui kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Baginya, bakti sosial bukan sekadar membagikan bantuan, melainkan juga menjadi sarana membangun solidaritas, menumbuhkan tanggung jawab sosial, dan memperkuat persatuan antarsesama.

“Saya sangat bangga dengan anak-anak muda hari ini. Kalian menunjukkan bahwa pemuda Papua tidak diam, kalian peduli. Jaga terus solidaritas ini, jangan mudah terpecah. Pemuda harus menjadi kekuatan positif, menjadi jembatan yang menjaga kebersamaan di tengah perbedaan yang ada di masyarakat kita,” ujar Esau Baab.

Esau Baab: Adat Jadi Fondasi Pemuda Penjaga Perdamaian

Dalam pesannya, Esau juga mengingatkan generasi muda agar tidak meninggalkan adat istiadat sebagai warisan leluhur yang menjadi pedoman kehidupan bermasyarakat.

Di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi, nilai-nilai adat dinilai tetap penting untuk membentuk karakter pemuda yang menghormati orang tua, menjaga tata krama, menghargai sesama, serta mengedepankan perdamaian.

Ia secara khusus mengingatkan agar generasi muda menjauhi tindakan yang dapat memicu konflik, perpecahan, maupun perilaku negatif yang merugikan diri sendiri dan masyarakat.

Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan dengan kepala dingin, melalui komunikasi dan musyawarah, bukan dengan emosi atau tindakan main hakim sendiri.

“Kalau ada masalah, jangan langsung main hakim sendiri, jangan langsung emosi. Duduk bersama, bicara baik-baik. Selesaikan melalui musyawarah, baik itu musyawarah antarkampung maupun antarkelompok. Itu cara adat kita, cara orang Papua yang cinta damai,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan dan kedamaian bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda sebagai bagian penting dari kehidupan sosial di kampung.

Ikrar Sumpah Pemuda dan Bantuan Sembako untuk Warga

Semangat kebangsaan semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama membacakan teks Sumpah Pemuda. Dengan lantang, para pemuda Sorendiweri mengikrarkan kembali komitmen bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Pembacaan ikrar tersebut menjadi simbol tekad generasi muda untuk merawat persaudaraan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan masyarakat, termasuk para janda dan warga yang membutuhkan.

Paket bantuan berisi beras, minyak goreng, gula, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari warga sekaligus mempererat hubungan antara pemuda, tokoh adat, dan masyarakat Kampung Sorendiweri.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban hingga selesai.

Diharapkan Menjadi Gerakan Berkelanjutan

Bakti Sosial Adat Pemuda Papua Damai di Kampung Sorendiweri diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan berkembang menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan pemuda, tokoh adat, dan masyarakat.

Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial dan pembinaan adat dinilai dapat menjadi ruang positif untuk menumbuhkan kepedulian, memperkuat solidaritas, serta mencegah munculnya konflik di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pemuda Sorendiweri diharapkan mampu mengambil peran sebagai pelopor perdamaian, penjaga keamanan lingkungan, dan penggerak persatuan.

Semangat yang tumbuh dari Kampung Sorendiweri menjadi pesan bahwa menjaga Papua tetap aman dan damai dapat dimulai dari langkah sederhana: menghormati adat, membantu sesama, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, dan tidak membiarkan perbedaan merusak persaudaraan. (Claus Lazim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas