Kota Sorong Darurat Banjir Dan Sampah, PDI-P Kota Sorong : Pj Walikota Malah Sibuk Terapkan Tanaman Hidroponik

Bagikan berita ini

SORONG,Honaipapua.com, -Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC-PDIP) Kota Sorong Yosep Titirlolobi, S.H dalam rilisnya kepada media ini mengkritik Pejabat Walikota Sorong George Yarangga yang selama 10 bulan menjabat sepertinya tidak memiliki program dalam mengatasi banjir yang selama ini melanda warga Kota Sorong.

Seharusnya Pj Walikota Sorong, lebih cepat mengambil langkah untuk mengatasi banjir yang selama ini melanda kota sorong setiap kali hujan turun dalam beberapa jam, bukan sibuk mengeluarkan program yang tidak menyentuh rakyat dan program Tanaman Hidroponik bukan momen yang tepat untuk dicanangkan saat ini.

Menurut Yosep, kota sorong sekarang adalah kota yang sudah masuk dalam tahap darurat banjir, seharusnya seorang Pj Walikota harus memiliki program unggulan untuk bisa mengatasi banjir yang terjadi, bukan banjir dan sampah tidak bisa di atasi tetapi sibuk dengan program yang dinilai belum waktunya bermanfaat untuk banyak orang.

“Tanaman hidroponik itu bagus, tetapi itu bukan hal urjen yang dibutuhkan oleh masyarakat kota sorong, yang dibutuhkan warga kota Sorong adalah penanganan sampah dan banjir.”

Apalagi menurut Yosep, apa yang dikatakan Pj Walikota Sorong dalam menghimbau Lurah dan distrik untuk memanfaatkan lahan kosong dan mulai mencanangkan tanaman hidroponik, agar kota sorong tidak bergantung pada sayur yang ada dari luar kota sorong adalah pikiran yang menunjukkan bahwa beliau selama 10 bulan pimpin kota sorong miskin program.

Dari pada Pj Walikota Sorong memberikan Bonus kepada lurah dan distrik lebih baik beliau membeli tempat sampah dan di taru di tempat-tempat umum agar masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya yang sudah disediakan oleh pemerintah, tutur Yosep.

“Kan program beliau Pj Walikota Sorong yang mengatakan dan mencanangkan Kota Sorong Kota ‘BERIMAN’, menurut Yosep, bagimana mau menjadikan Kota Sorong Kota Beriman, tong sampah saja tidak ada ditempat umum jadi wajar disisa jabatan tinggal 2 bulan maka kota Sorong sebagai kota Beriman cuman hanya Mitos.”

Tambah Yosep, disisa jabatan Pj Walikota Sorong yang tinggal 2 bulan lagi akan berakhir maka sudah pasti Tanaman Hidroponik cuman hanya pemanis bibir di media agar pemborosan anggaran untuk program tersebut diduga di buat untuk menghambur-hamburkan uang rakyat, tegas Yosep. (***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Ke atas