Terinspirasi Tumpukan Kapal, Kopda Yuldi Pomeo Sulap Tanggul Kali Remu Jadi Fasilitas Multifungsi untuk Warga

Bagikan berita ini

SORONG,Honaipapua.com, –Kreativitas sederhana yang lahir dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar diwujudkan Kopda Yuldi Pomeo, anggota Kodim 1802/Sorong. Melihat aktivitas masyarakat di kawasan Pelabuhan Kali Remu, Kota Sorong, ia memiliki ide untuk mengubah fungsi tanggul menjadi fasilitas yang lebih bermanfaat bagi warga.

Foto bersama Kopda Yuldi bersama istri dan anak-anaknya

Ide tersebut bermula ketika Kopda Yuldi melihat banyaknya kapal yang bertumpuk di kawasan Pelabuhan Kali Remu. Kondisi itu membuatnya berpikir bagaimana tanggul yang ada tidak hanya berfungsi sebagai pembatas, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Awalnya, Kopda Yuldi berencana membuat anak tangga atau trap pada tanggul, menyerupai bentuk anak tangga yang telah tersedia di bantaran Kali Remu.

Namun, ide tersebut justru mendapat koreksi dari sang istri, Meirlyn Komul Watimuri Pomeo, yang juga merupakan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Kodim 1802/Sorong.

Meirlyn menyampaikan bahwa jika hanya membuat anak tangga dengan bentuk yang sama seperti yang sudah ada di bantaran Kali Remu, hal tersebut belum menunjukkan sebuah inovasi baru.

“Kalau hanya mengikuti anak tangga atau trap yang sudah ada di bantaran Kali Remu, itu bukan ide kreatif, tetapi hanya menciplak yang sudah ada,” ujar Meirlyn didampingi anal-anaknya dalam percakapan dengan suaminya.

Masukan tersebut justru menjadi pemantik munculnya gagasan baru. Dalam hitungan detik, Kopda Yuldi kemudian mendapatkan ide untuk mengembangkan konsep tanggul multifungsi.

Konsep tersebut tidak hanya menjadikan tanggul sebagai akses untuk naik dan turun melalui anak tangga atau trap, tetapi juga dirancang agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat.

Tanggul multifungsi itu dibuat dengan konsep sederhana namun memiliki banyak kegunaan. Selain sebagai akses penghubung bagi warga, bagian tertentu dari tanggul dapat dimanfaatkan seperti jembatan minimalis maupun tempat untuk meletakkan barang.

Dengan konsep tersebut, masyarakat kepulauan yang beraktivitas di sekitar kawasan pelabuhan diharapkan dapat memanfaatkannya untuk menaruh sementara hasil laut maupun hasil kebun yang hendak dibawa atau dipasarkan.

Bagi Kopda Yuldi, pembangunan fasilitas tersebut bukan sekadar membuat sebuah bangunan sederhana, tetapi bagaimana sebuah ruang yang sebelumnya memiliki fungsi terbatas dapat diubah menjadi fasilitas yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia pun mengerjakan pembangunan tanggul multifungsi tersebut bersama istri dan anak-anaknya.

Kopda Yuldi berharap keberadaan tanggul multifungsi itu dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas, terutama warga yang sehari-hari beraktivitas di kawasan Kali Remu dan pelabuhan.

“Harapannya, apa yang kami buat ini bisa digunakan dan bermanfaat untuk masyarakat. Jangan hanya dilihat sebagai sebuah tanggul, tetapi bisa menjadi tempat yang membantu aktivitas warga,” ungkapnya.

Didukung Tokoh Masyarakat

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu tokoh masyarakat, Hasan Malibela Rumain, mengaku mendukung inovasi yang dilakukan Kopda Yuldi Pomeo.

Tokoh masyarakat, Hasan Malibela Rumain,

Menurut Hasan, keberadaan tanggul multifungsi tersebut memiliki nilai manfaat bagi masyarakat umum karena dapat digunakan untuk berbagai aktivitas.

Ia menilai langkah yang dilakukan Kopda Yuldi menunjukkan bahwa anggota TNI tidak hanya menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga dapat menghadirkan gagasan sederhana yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Menurut saya, ini sangat berguna untuk masyarakat umum. Kami sangat mendukung apa yang dilakukan Kopda Yuldi karena fasilitas seperti ini dapat dimanfaatkan masyarakat,” kata Hasan.

Inovasi sederhana di kawasan Kali Remu tersebut sekaligus menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan sekitar dapat melahirkan sebuah gagasan yang memiliki manfaat lebih luas.

Dari sekadar melihat tumpukan kapal di pelabuhan, lahirlah sebuah ide untuk mengubah fungsi tanggul menjadi ruang yang lebih produktif dan dapat digunakan bersama.

Bagi masyarakat, tanggul itu kini bukan hanya sekadar pembatas, tetapi menjadi bagian dari ruang aktivitas yang diharapkan mampu memberi manfaat bagi warga sekitar. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas