Biak,Honaipapua.com, –Pulau Owi di Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, kembali menjadi salah satu destinasi unggulan dalam rangkaian wisata Festival Biak Munara Wampasi 2026 (FBMW) 2026. Pada Kamis (3/7/2026), pulau yang berada di kawasan Kepulauan Padaido ini berhasil memikat perhatian wisatawan mancanegara, termasuk dari Jerman dan Selandia Baru, yang datang untuk menikmati pesona wisata bahari sekaligus menelusuri jejak sejarah Perang Dunia II.

Kegiatan tur wisata ke Pulau Owi merupakan agenda kedua FBMW 2026 di kawasan Kepulauan Padaido. Rombongan wisatawan disambut hangat oleh Pemerintah Distrik Biak Timur, perangkat Kampung Yendakam, serta masyarakat setempat melalui prosesi penyambutan adat sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Distrik Biak Timur, Markus Yarangga, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Pariwisata yang kembali menetapkan Pulau Owi dan Rurbas sebagai destinasi wisata dalam rangkaian Festival Biak Munara Wampasi tahun ini.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan ini. Bagi kami, ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus berbenah, menjaga, dan mengembangkan potensi wisata yang kami miliki,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Kampung Yendakam. Menurutnya, Pulau Owi selama dua tahun berturut-turut dipercaya menjadi bagian dari agenda wisata tahunan Kabupaten Biak Numfor. Sebelumnya, pulau tersebut juga menjadi lokasi Festival Tour Padaido pada 2025.
“Penetapan Pulau Owi untuk kedua kalinya membuktikan bahwa pulau kami memiliki daya tarik wisata yang besar. Kami siap mendukung sepenuhnya apabila kegiatan ini kembali dilaksanakan pada tahun mendatang,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat di empat kampung yang berada di Pulau Owi berkomitmen menjaga keramahan kepada wisatawan, kebersihan lingkungan, serta kelestarian situs-situs bersejarah yang ada. Selain itu, pihaknya mengusulkan agar wisata di Kepulauan Padaido ke depan dikemas dalam satu paket terpadu yang juga menampilkan pameran perahu tradisional Mansusu dan atraksi budaya Snapmor.
Wisata Bahari Berpadu Sejarah
Pulau Owi tidak hanya menawarkan panorama pantai berpasir putih, laut yang jernih, dan keindahan terumbu karang yang menjadi surga bagi penyelam. Pulau ini juga memiliki nilai sejarah penting sebagai salah satu lokasi strategis pada masa Perang Pasifik.
Salah satu peninggalan yang masih dapat disaksikan hingga kini adalah bekas landasan pesawat militer Sekutu yang dibangun pada era 1940-an.
“Pulau Owi merupakan salah satu saksi bisu Perang Pasifik. Landasan pesawat peninggalan Perang Dunia II yang masih ada di sini sangat potensial dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi sejarah,” jelas Kepala Kampung Yendakam.
Sejumlah wisatawan asing tampak antusias mengabadikan momen di bekas lapangan terbang tersebut. Mereka juga berinteraksi dengan masyarakat setempat untuk mengenal lebih dekat budaya dan kearifan lokal yang masih terjaga.
Festival Biak Munara Wampasi sendiri merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang bertujuan mempromosikan potensi pariwisata, seni budaya, dan kearifan lokal Papua kepada wisatawan nasional maupun internasional.
Dalam bahasa Biak, “Munara Wampasi” bermakna “pulang kampung” atau “kembali ke tanah leluhur”, yang mencerminkan semangat melestarikan adat dan budaya sekaligus memperkenalkan Biak sebagai destinasi wisata kelas dunia. (Claus)
