Dialog Adat di Biak, Semuel Sroyer Tegaskan Pemuda Papua Jangan Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Bagikan berita ini

BIAK NUMFOR,HonaiPapua.Com, –Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026, Tokoh Adat Mananwir Keret Sroyer, Semuel Sroyer, mengajak generasi muda Papua mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah, menjaga persatuan, serta melestarikan adat dan budaya sebagai identitas orang Papua.

Pesan tegas tersebut disampaikan Semuel Sroyer dalam kegiatan Dialog Adat Pemuda Papua Damai bersama masyarakat Kampung Inggiri, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Selasa (27/10/2026).

Mengusung tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai”, kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Inggiri ini dihadiri tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta puluhan pemuda-pemudi setempat.

Dalam sambutannya, Semuel menegaskan bahwa Hari Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Sebaliknya, momentum bersejarah tersebut harus menjadi pengingat bagi generasi muda untuk meneruskan perjuangan para pahlawan melalui karya nyata, semangat nasionalisme, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Sumpah Pemuda adalah tonggak sejarah persatuan bangsa. Nilai-nilai persatuan yang diikrarkan pada tahun 1928 itu harus terus kita jaga dan hidupkan, terutama oleh pemuda-pemudi Papua hari ini,” ujar Semuel.

Menurutnya, generasi muda Papua memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan, memperkuat kehidupan masyarakat yang damai, serta berkontribusi bagi pembangunan di Tanah Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia juga mendorong pemuda agar tidak bersikap pasif terhadap berbagai perubahan dan tantangan pembangunan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan keterampilan, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan kampung harus menjadi perhatian bersama.

“Pemuda-pemudi Papua tidak boleh menjadi penonton di atas tanahnya sendiri. Kalian harus mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah, melestarikan budaya adat yang menjadi jati diri kita, dan menjadi generasi penerus yang membawa harapan besar bagi bangsa dan negara,” tegas Mananwir Keret Sroyer.

Dorong Pembinaan Pemuda Secara Berkelanjutan

Semuel menilai, potensi generasi muda Papua perlu didukung melalui pembinaan yang berkesinambungan. Karena itu, ia berharap para pemimpin dan pemangku kepentingan memberikan perhatian serius, membuka ruang partisipasi, serta menyediakan kesempatan yang lebih luas bagi pemuda untuk mengembangkan kemampuan dan potensi mereka.

Baginya, pemuda yang memiliki kapasitas, berpegang teguh pada nilai-nilai adat, dan menjunjung tinggi persatuan merupakan modal penting untuk menciptakan kehidupan kampung yang aman, damai, dan sejahtera.

Dialog adat tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan lintas generasi untuk memperkuat komunikasi antara tokoh adat, masyarakat, dan pemuda. Melalui dialog, nilai-nilai luhur budaya diharapkan tetap terjaga dan menjadi landasan dalam membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Dialog Adat Dirangkaikan dengan Aksi Sosial

Kepedulian terhadap generasi muda juga diwujudkan melalui pembagian paket bantuan sembako kepada pemuda-pemudi Kampung Inggiri. Bantuan tersebut berisi beras, susu kaleng, kopi, teh, dan minyak goreng.

Semuel mengatakan, kegiatan sosial itu merupakan bentuk perhatian untuk membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dan pihak-pihak yang mendukung kesejahteraan warga Papua.

“Ini adalah bukti bahwa Pemerintah Pusat hadir dan peduli terhadap masyarakat Papua. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun ini adalah simbol kasih dan perhatian negara kepada anak-anak muda di kampung,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan mendapat antusiasme dari para peserta. Mereka berharap Dialog Adat Pemuda Papua Damai dapat dilaksanakan secara rutin, tidak hanya menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, tetapi juga sebagai wadah berkelanjutan untuk membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya persaudaraan, pelestarian adat, dan perdamaian.

Melalui kegiatan tersebut, semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata: pemuda yang berkarakter, mencintai budaya, menjaga persatuan, dan berani mengambil bagian dalam menentukan masa depan Tanah Papua. (Clsus. Lazim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas