Jelang Sumpah Pemuda 2026, Marthin Yarangga Ajak Pemuda Papua Jaga Adat, Lawan Hoaks, dan Rawat Persatuan

Bagikan berita ini

BIAK,HonaiPapua.com, –Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, Tokoh Adat Biak, Mananwir Bar Marthin Yarangga, mengajak generasi muda Papua memperkuat jati diri, menjaga nilai-nilai adat, serta tidak mudah terprovokasi informasi yang berpotensi memecah belah persatuan.

Pesan tersebut disampaikan dalam Dialog Adat Pemuda Papua Damai bersama puluhan pemuda dan masyarakat di Para-para Adat, Kampung Sumberker, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Jumat (23/10/2026).

Mengusung tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan, dan Membangun Kampung Damai”, kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperkuat karakter, menumbuhkan semangat nasionalisme, dan meneguhkan peran pemuda dalam membangun kampung yang aman serta harmonis.

Dalam sambutannya, Marthin Yarangga menegaskan bahwa Hari Sumpah Pemuda tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum bersejarah tersebut harus dimaknai sebagai pengingat atas perjuangan para pahlawan sekaligus tanggung jawab generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 ini bukan sekadar perayaan. Ini adalah pengingat bagi kita semua, khususnya generasi muda Papua, untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berkorban jiwa dan raga dalam mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” ujar Yarangga.

Pemuda Papua Harus Kritis, Jangan Mudah Terprovokasi

Di tengah derasnya arus informasi digital, Yarangga menyoroti ancaman penyebaran hoaks, provokasi, dan narasi yang dapat merusak hubungan sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, pemuda Papua harus mampu berpikir kritis, memilah informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh konten media sosial yang belum jelas kebenarannya.

Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar sebagai motor penggerak pembangunan dan penjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Perjalanan menuju sukses bagi pemuda Papua tidak mudah. Akan ada banyak tantangan, termasuk pengaruh dari kelompok-kelompok tertentu yang ingin memengaruhi cara pandang generasi muda terhadap program dan kebijakan pemerintah. Karena itu, pemuda harus kritis,” tegasnya.

Ia secara khusus berpesan agar pemuda di Biak, terutama di Kampung Sumberker, membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

“Saring sebelum sharing. Bedakan mana informasi yang benar, mana yang hoaks. Gunakan media sosial secara bijaksana, untuk belajar, untuk mempromosikan adat dan budaya kita, dan untuk membangun kampung, bukan untuk menyebar kebencian,” pesannya.

Yarangga menilai media sosial seharusnya menjadi sarana produktif untuk meningkatkan pengetahuan, memperkenalkan kekayaan budaya Papua, dan mendorong partisipasi pemuda dalam pembangunan, bukan menjadi ruang penyebaran kebencian maupun permusuhan.

Adat Jadi Benteng Moral Generasi Muda

Selain menyoroti tantangan digital, Yarangga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan adat sebagai fondasi moral sekaligus identitas generasi muda Papua.

Menurutnya, nilai-nilai adat mengajarkan penghormatan, kebersamaan, tanggung jawab, dan cara hidup berdampingan secara damai. Nilai-nilai tersebut perlu terus diwariskan agar pemuda tidak kehilangan jati diri di tengah perubahan zaman.

Ia berharap generasi muda mampu menjadikan adat sebagai kekuatan untuk merawat persaudaraan, memperkuat persatuan, serta mendorong terciptanya kampung yang aman, damai, dan sejahtera.

Yarangga juga menegaskan bahwa pemuda harus mengambil bagian aktif dalam pembangunan, termasuk menjadi mitra strategis pemerintah dengan tetap menjaga sikap kritis, bertanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Dialog Adat Dirangkaikan dengan Pembagian Sembako

Tidak hanya menjadi ruang diskusi dan pembinaan wawasan kebangsaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pembagian paket sembako kepada pemuda-pemudi dan warga Kampung Sumberker.

Puluhan paket berisi kebutuhan pokok, antara lain beras, susu kaleng, kopi, teh, dan minyak goreng, dibagikan langsung oleh Mananwir Bar Marthin Yarangga kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari warga, khususnya mereka yang membutuhkan.

“Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat Papua. Ini bentuk perhatian kecil kami untuk membantu meringankan dan memenuhi kebutuhan pangan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari para pemuda dan masyarakat yang hadir. Mereka berharap dialog adat dapat dilaksanakan secara rutin sebagai wadah pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai budaya, dan penanaman semangat kebangsaan bagi generasi penerus Papua.

Melalui momentum menjelang Hari Sumpah Pemuda 2026, pesan yang ditegaskan dari Kampung Sumberker menjadi pengingat bahwa menjaga Papua tetap damai membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama generasi muda yang mampu merawat adat, bijak menggunakan teknologi, dan menempatkan persatuan di atas perbedaan. (Claus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas