Minggu Kasih di Gereja Keik Wahk Funa HBM, Wakapolda PBD Ajak Jemaat Bersama Jaga Kamtibmas

Bagikan berita ini

SORONG,HonaiPapua.Com, –Memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun komunikasi, kepedulian, dan pendekatan humanis. Hal inilah yang ditunjukkan Polda Papua Barat Daya melalui program Minggu Kasih yang digelar di Gereja Klasis Sorong, Jemaat Persiapan Keik Wahk Funa HBM, Jalan Gurabesi, Remu Utara, Distrik Sorong, Kota Sorong, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIT tersebut dihadiri Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu, S.I.K., bersama Kabidkum Polda Papua Barat Daya dan jemaat gereja.

Kasubbid Pid Bidhumas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny S.A. Hengkelare, mengatakan bahwa kegiatan Minggu Kasih merupakan salah satu upaya Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang terbuka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah Minggu yang berlangsung khidmat. Pihak gereja menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Wakapolda bersama rombongan yang telah meluangkan waktu untuk beribadah sekaligus bersilaturahmi dengan jemaat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu menjelaskan bahwa program Minggu Kasih merupakan salah satu program prioritas Kapolri sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah kehidupan masyarakat.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, Polri ingin membuka ruang komunikasi secara langsung, mendengarkan aspirasi, menyerap keluhan, serta mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pendekatan humanis melalui Community Policing diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus membangun kemitraan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Wakapolda juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak pidana maupun gangguan Kamtibmas.

Selain itu, ia mengajak jemaat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkoba dan konsumsi minuman keras yang berpotensi memicu tindak kriminalitas serta mengganggu ketenteraman lingkungan.

Lebih lanjut, Wakapolda menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda, dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua Barat Daya.

Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terprovokasi, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, serta mengutamakan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan.

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap jemaat, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan kepada pihak gereja, kemudian ditutup dengan foto bersama.

Melalui program Minggu Kasih, Polda Papua Barat Daya berharap hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat semakin kuat. Sinergi tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima pelayanan keamanan, tetapi juga berperan aktif menjaga kedamaian dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Polisi Bersama Masyarakat, Bersama Menjaga Papua Barat Daya Tetap Aman, Damai, dan Harmonis. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas