SORONG,Honaipapua.com, —Tiga kelompok kepemimpinan Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) di Provinsi Papua Barat Daya duduk bersama dalam rapat konsolidasi di Kota Sorong, Kamis (24/9/2026).
Pertemuan yang dipimpin Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberai, Ronald Konjol, S.H., tersebut dihadiri perwakilan tiga kelompok kepemimpinan, yakni Roymandus Nauw, Jeverson Tomi Baru, dan Nikson Atanai.
Konsolidasi ini menjadi ruang dialog untuk menyikapi dinamika internal KAPP sekaligus membangun kesepahaman mengenai komunikasi, koordinasi dan penataan kelembagaan organisasi.
Ronald menegaskan, perbedaan kelompok tidak boleh berkembang menjadi perpecahan yang menghambat kepentingan pengusaha Orang Asli Papua (OAP).
“Yang harus kita lihat adalah kepentingan yang lebih besar. Jangan lagi berjalan sendiri-sendiri. Kalau sudah menjadi satu wadah, maka seluruh pihak harus membangun komunikasi, koordinasi, dan tanggung jawab bersama demi kepentingan pengusaha Papua,” tegas Ronald.
Menurutnya, konsolidasi bukan sekadar menyatukan struktur kepengurusan, tetapi harus diikuti pembenahan administrasi, pembagian kewenangan, mekanisme pengambilan keputusan serta program kerja yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga mendorong seluruh pihak menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah dan mekanisme organisasi yang berlaku.
“Saya berharap setelah pertemuan ini tidak ada lagi pemisahan dalam bentuk kelompok-kelompok. Mari kita duduk bersama, menyelesaikan persoalan secara internal, dan membangun satu organisasi yang memiliki tujuan serta program kerja yang jelas,” ujarnya.
Ronald berharap KAPP ke depan tidak hanya menjadi wadah komunikasi, tetapi mampu memperkuat kapasitas dan jejaring usaha pengusaha OAP serta membangun hubungan konstruktif dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga adat dan pemangku kepentingan lainnya.
Namun, hasil pertemuan tersebut belum dapat dimaknai sebagai pengesahan kepengurusan baru. Setiap keputusan menyangkut struktur, kewenangan dan legitimasi organisasi tetap harus ditempuh melalui mekanisme resmi sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta forum organisasi yang berwenang.
“Kita sudah duduk bersama. Sekarang yang dibutuhkan adalah komitmen untuk berjalan bersama, membangun organisasi secara tertib, dan memastikan KAPP benar-benar memberikan manfaat bagi pengusaha dan masyarakat adat Papua,” pungkas Ronald.
Rapat konsolidasi ini menjadi langkah awal mempertemukan tiga kelompok kepemimpinan KAPP untuk membuka ruang komunikasi dan mencari jalan bersama menuju penguatan kelembagaan organisasi di Papua Barat Daya. (pic)
