Hengky dari Jayapura Rebut Gelar Juara Debu Jalanan Series 3 Papua-Maluku, Bekry Harus Puas Runner Up

Bagikan berita ini

SORONG,Honaipapua.com, —Atlet biliar asal Jayapura, Hengky, tampil sebagai yang terbaik dalam Open Tournament 9 Ball Debu Jalanan Series 3 Papua-Maluku yang digelar di Cue Sport Arena (CSA), Jalan Puncak Arfak, Kampung Baru, Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Hengky memastikan gelar juara setelah tampil impresif pada partai final yang berlangsung Jumat (28/8/2026) malam. Ia berhasil menundukkan atlet tuan rumah, Bekry, dengan skor telak 9-3.

Kemenangan tersebut mengantarkan Hengky ke podium tertinggi sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai salah satu atlet biliar yang patut diperhitungkan di kawasan Papua dan Maluku.

Sementara itu, Bekry harus puas menempati posisi kedua setelah gagal membendung konsistensi permainan Hengky sepanjang pertandingan final.

Pertandingan puncak berlangsung dalam atmosfer kompetitif. Kedua pemain sama-sama menunjukkan kemampuan teknik, pengaturan strategi, konsentrasi, serta ketenangan dalam mengambil keputusan di atas meja.

Namun, Hengky mampu mempertahankan ritme permainannya. Keunggulan yang dibangun secara bertahap membuat atlet asal Jayapura tersebut semakin sulit dikejar hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 9-3.

Turnamen ini turut dihadiri Pendiri Debu Jalanan, Tamsil Sangadji, Ketua KNPI Kabupaten Maybrat Steven Murafer, Wakil Ketua POBSI Papua Barat Daya Reynaldi, perwakilan Dispora Provinsi Papua Barat Daya, Kadispora Kota Sorong, Owner CSA, serta jajaran manajemen sponsor.

Jadi Ruang Uji Kemampuan Atlet

Wakil Ketua POBSI Papua Barat Daya, Reynaldi, menilai kompetisi seperti Debu Jalanan Series memiliki arti penting dalam membangun ekosistem olahraga prestasi di Papua Barat Daya.

Menurutnya, peningkatan prestasi atlet tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan dukungan berkelanjutan dan kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, klub, komunitas, pelatih, atlet, serta pihak swasta.

“Pembinaan yang terencana dan berkesinambungan diperlukan agar potensi atlet dapat dikembangkan secara optimal dan memiliki daya saing, baik di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.

Reynaldi mengatakan, Open Tournament 9 Ball Debu Jalanan Series 3 Papua-Maluku dapat menjadi salah satu ruang kompetisi untuk mengukur kemampuan sekaligus mengevaluasi perkembangan atlet.

Intensitas pertandingan, kata dia, memberikan pengalaman penting bagi pemain dalam meningkatkan kemampuan teknis, membaca permainan, menyusun strategi, menjaga konsentrasi hingga mengelola tekanan ketika berada dalam situasi pertandingan.

Ia juga menilai dukungan dari pihak swasta maupun klub biliar yang rutin menggelar turnamen dapat membuka lebih banyak peluang bagi atlet untuk menunjukkan kualitasnya.

“Dari pihak swasta atau klub biliar yang sering mengadakan event seperti ini, otomatis para pemenang bisa diperhitungkan untuk event-event Kejurnas mendatang,” terangnya.

Hadiah Rp200 Juta Jadi Daya Tarik

Sementara itu, Pendiri Debu Jalanan, Tamsil Sangadji, mengatakan turnamen tersebut mempertemukan atlet biliar dari sejumlah daerah di kawasan Papua dan Maluku.

Format kompetisi terbuka memberikan kesempatan kepada para peserta untuk saling menguji kemampuan dengan pemain yang memiliki karakter permainan dan pengalaman berbeda.

Menurut Tamsil, keberadaan kompetisi seperti ini tidak semata-mata berbicara mengenai perebutan hadiah. Lebih dari itu, turnamen menjadi wadah bagi atlet untuk mendapatkan jam terbang sekaligus mengukur sejauh mana kemampuan mereka ketika menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.

Dalam olahraga biliar, kemampuan tidak hanya ditentukan oleh ketepatan melakukan pukulan. Pengendalian posisi bola, pemilihan pola permainan, kemampuan membaca meja, konsistensi konsentrasi, hingga pengelolaan mental turut menentukan hasil pertandingan.

Open Tournament 9 Ball Debu Jalanan Series 3 Papua-Maluku sendiri memperebutkan total hadiah yang disebut mencapai Rp200 juta.

Hengky sebagai juara pertama berhak membawa pulang hadiah Rp75 juta, sedangkan Bekry sebagai runner up memperoleh Rp30 juta.

Sementara dua atlet yang berhasil melaju hingga babak semifinal masing-masing mendapatkan hadiah Rp12,5 juta.

Besarnya hadiah menjadi salah satu daya tarik bagi para peserta untuk ambil bagian. Namun, dari sisi pembinaan, kompetisi tersebut juga memberikan manfaat jangka panjang karena atlet memperoleh kesempatan untuk menguji kemampuan dan mengevaluasi kekurangan yang masih dimiliki.

Dorong Turnamen Berkelanjutan di Sorong

Steven Murafer yang mewakili panitia penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet dan peserta yang telah ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak sehingga seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung hingga selesai.

Panitia menilai kualitas sebuah turnamen tidak hanya diukur dari hasil pertandingan dan besarnya hadiah. Sportivitas, ketertiban, profesionalitas, serta penghormatan terhadap seluruh peserta menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim kompetisi olahraga yang sehat.

Keberlanjutan turnamen juga dinilai penting untuk memperluas ruang kompetisi bagi atlet dari berbagai daerah.

Turnamen yang digelar secara konsisten dapat meningkatkan jam terbang atlet, menemukan talenta-talenta potensial, sekaligus memperkuat jejaring antarpemain dan komunitas biliar di Papua dan Maluku.

Kemenangan Hengky dengan skor 9-3 atas Bekry akhirnya menjadi penutup persaingan pada Debu Jalanan Series 3 Papua-Maluku.

Hengky dari Jayapura berdiri di podium tertinggi, sementara Bekry dari Kota Sorong harus puas sebagai runner up.

Hasil tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa persaingan olahraga biliar di kawasan Papua-Maluku semakin terbuka. Kota Sorong pun memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan olahraga biliar di Papua Barat Daya.

Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan yang berkelanjutan. Kompetisi yang rutin, pembinaan atlet secara terstruktur, peningkatan kualitas pelatih, fasilitas yang memadai, serta tata kelola organisasi olahraga yang profesional menjadi kunci agar talenta-talenta lokal tidak hanya bersinar di turnamen daerah, tetapi mampu berbicara pada level nasional. (pic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas