Sorong,Honaipapua.com, -Dalam rangka memperkuat jati diri bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan Program dari Karo Binkar SSDM mabes Polri ke jajaran, khususnya Polda Papua Barat Daya melalui Biro SDM melaksanakan kegiatan Pelatihan Polisi Sadar Berkarakter (PSB) bagi anggota Polri di jajaran Polres Raja Ampat. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 6 hingga 7 April 2026, bertempat di Aula Patriatama Tatag Trawang, Polres Raja Ampat.

Pelatihan tersebut dipimpin langsung oleh Karo SDM Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol I Dewa Gde Juliana, S.H., S.I.K., M.I.K.,didampingi Kabagbinkar Ro SDM Polda Papua Barat Daya Kompol Stefani Ivonne Tasane, S.I.K., M.H.,dan dihadiri Kapolres Raja Ampat AKBP James O. Tegai, S.I.K., bersama sejumlah pejabat utama, instruktur, serta peserta pelatihan dari jajaran Polres Raja Ampat.

Kegiatan diawali pada Senin (6/4) dengan asistensi Karo SDM kepada Bagian SDM Polres Raja Ampat, dilanjutkan dengan sesi pemeriksaan dan pembinaan psikologi bagi personel. Pada hari kedua, Selasa (7/4), kegiatan difokuskan pada pemberian materi pelatihan Polisi Sadar Berkarakter sebagai bagian dari program penguatan wawasan kebangsaan.

Dalam sambutannya, Karo SDM menegaskan pentingnya membangun karakter anggota Polri yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan semangat kebangsaan yang tinggi.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan setiap anggota Polri mampu menanamkan rasa cinta tanah air, memahami nilai-nilai Pancasila, serta menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan ini berlandaskan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Peraturan Kapolri Nomor 99 Tahun 2020 tentang sistem manajemen SDM Polri.
Adapun tujuan utama kegiatan ini antara lain meningkatkan pemahaman nilai kebangsaan, membangun karakter Bhayangkara yang berintegritas, serta mendorong peran aktif personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Selain itu, pelatihan juga bertujuan menangkal paham radikalisme, separatisme, serta potensi disintegrasi bangsa.
Metode pelatihan dilakukan melalui siklus pembelajaran yang meliputi pemberian materi, pendalaman, dialog interaktif, hingga simulasi yang berkaitan dengan tugas sehari-hari anggota Polri.
Dari hasil pelatihan, terdapat tiga poin utama yang menjadi kesimpulan, yakni penguatan mindset, peningkatan kemampuan teknis, serta pembentukan rasa atau kepedulian dalam menjalankan tugas.
Peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun masyarakat.
Karo SDM juga mengapresiasi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat serta mendorong agar nilai-nilai yang diperoleh dapat terus disebarluaskan.
“Kesuksesan adalah proses. Yang terpenting adalah bagaimana setiap anggota terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik dan memberi dampak positif bagi lingkungan,” tutupnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Papua Barat Daya dalam mencetak generasi Bhayangkara yang unggul, berkarakter, serta siap mendukung visi Indonesia Emas 2045. (pic)
