Sorong,Honaipapua.com, -Suasana berbeda terlihat di ruas Jalan Sungai Maruni Kilometer 10, tepatnya di depan Mall Yupiter hingga kawasan Gota Supermarket, Kota Sorong, Jumat (7/3/2026) menjelang waktu berbuka puasa. Di tengah lalu lintas yang relatif lancar, seorang pejabat tinggi kepolisian tampak duduk di bak mobil terbuka bersama sejumlah ajudannya sambil membagikan ikan segar kepada masyarakat yang melintas.

Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Dokumentasi Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Anis Dj, menjelaskan bahwa pejabat tersebut adalah Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Daya, Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa.

Dengan mengenakan pakaian sederhana serta topi petani, Wakapolda turun langsung membagikan satu per satu ikan lele dan mujair kepada pengendara maupun pejalan kaki yang tengah bersiap menyambut azan Magrib.

Tradisi pembagian takjil selama Ramadan biasanya identik dengan kolak, kurma, atau minuman manis. Namun pada kegiatan Jumat Berkah Ramadan kali ini, Semmy memilih cara berbeda dengan memberikan lauk berbuka berupa ikan hasil panen dari kolam yang berada di halaman rumahnya.
Ribuan ekor ikan lele dan mujair diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka dan dibagikan langsung di beberapa titik jalan di Kota Sorong. Warga yang melintas menerima ikan tersebut sebagai bahan lauk untuk dimasak saat berbuka puasa bersama keluarga.
Kegiatan berlangsung sederhana tanpa seremoni formal. Tidak ada panggung maupun spanduk besar. Wakapolda bersama sejumlah personel kepolisian yang mengenakan pakaian sipil turun langsung membagikan ikan kepada masyarakat.
Interaksi yang terjadi pun singkat namun terasa hangat. Setiap warga yang menerima ikan tampak tersenyum sebelum kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Kami ingin berbagi dengan masyarakat di bulan Ramadan. Biasanya orang membagikan takjil berupa makanan ringan, tetapi kami mencoba memberikan sesuatu yang bisa menjadi lauk berbuka puasa bagi warga,” ujarnya.
Menurutnya, ikan memberikan manfaat yang lebih panjang dibandingkan makanan instan yang langsung habis dikonsumsi. Warga dapat mengolahnya menjadi berbagai menu yang bisa dinikmati bersama keluarga di rumah.
Selain menghadirkan variasi dalam tradisi berbagi Ramadan, kegiatan ini juga menjadi cara kepolisian untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat di Papua Barat Daya.
Semmy menilai bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Respons masyarakat pun muncul secara spontan. Sejumlah pengendara bahkan memperlambat laju kendaraan atau berhenti ketika melihat pembagian ikan segar di tepi jalan.
Salah satu warga Kota Sorong, Yeni, mengaku terkejut melihat seorang pejabat kepolisian turun langsung ke jalan membagikan ikan segar kepada masyarakat.
“Ini hal yang baru pertama terjadi. Ada seorang pejabat polisi dengan sangat sederhana turun ke jalan berbagi takjil gratis berupa ikan segar. Kami sangat berterima kasih kepada beliau dan para anggotanya,” ungkapnya.
Bagi sebagian warga, menerima ikan segar sebagai takjil menjadi pengalaman yang tidak biasa dalam tradisi Ramadan di Sorong. Selain membantu kebutuhan dapur keluarga, kegiatan tersebut juga membawa pesan bahwa berbagi dapat dilakukan dengan berbagai cara.
Sejumlah warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan selama bulan Ramadan karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Program Jumat Berkah Ramadan menjadi salah satu agenda sosial yang digelar jajaran Polda Papua Barat Daya sepanjang bulan suci. Melalui kegiatan ini, kepolisian berupaya menumbuhkan semangat berbagi sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat di wilayah Sorong dan sekitarnya.
Di tengah kesibukan kota menjelang senja, ribuan ikan dari sebuah kolam rumah hari itu berubah menjadi simbol kepedulian sederhana—bahwa berbagi dapat hadir dalam bentuk yang tidak terduga, namun terasa dekat bagi masyarakat yang menerimanya. (***)
