Sorong,Honaipapua.com, -Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, tokoh agama dan organisasi masyarakat (ormas) di Kota Sorong menyatakan dukungan penuh kepada Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan silaturahmi bertema “Sinergi Organisasi Masyarakat dan Elemen Keagamaan Mendukung Polri Menjaga Kamtibmas Aman dan Kondusif Jelang Ramadhan 1447 H” yang digelar Polda Papua Barat Daya di salah satu hotel di Kota Sorong, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri tokoh agama, pimpinan ormas, serta unsur kepolisian sebagai upaya mempererat sinergi lintas elemen dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol Angling Guntoro, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat hubungan antara Polri dan para tokoh umat, sekaligus memohon doa serta dukungan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Kami masih memiliki keterbatasan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana prasarana. Karena itu, kami memohon doa dan restu agar Polda Papua Barat Daya dapat menjalankan tugas secara optimal dan berkontribusi signifikan dalam menjaga situasi kamtibmas,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya mengantisipasi berbagai dinamika sosial menjelang Ramadhan agar seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung aman dan lancar.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Sorong, Abdul Manan Fakaubun, menilai situasi keamanan yang kondusif menjadi faktor utama dalam mencegah potensi konflik di tengah masyarakat.
Menurutnya, sejumlah persoalan seperti peredaran minuman beralkohol dan penyakit masyarakat perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak.
“Kami berharap hal-hal yang dapat memicu konflik bisa dicegah sejak dini. Semoga masukan dari para tokoh umat dapat direspons dengan baik oleh Polda Papua Barat Daya,” katanya.
Dalam forum yang dimoderatori Ustad Agung Sibela, M.Pd., sejumlah tokoh juga menyoroti maraknya kasus begal, judi togel, jambret, serta pencurian kendaraan bermotor. Mereka mengusulkan peningkatan patroli, khususnya pada waktu subuh, di kawasan pasar, serta jalur rumah ke masjid selama Ramadhan.
Sekretaris Umum LMA Papua Barat Daya, Fatra Soltif, turut memperkenalkan program Mimbar Aspirasi Santai Ruang Aspirasi dan Suara Adat Papua (MAS RASA PAPUA) sebagai wadah penyaluran aspirasi masyarakat adat. Program tersebut juga diharapkan mampu mendorong lahirnya regulasi adat terkait penanganan penyakit masyarakat.
Para peserta mengusulkan agar forum silaturahmi serupa digelar secara rutin, minimal tiga bulan sekali, guna memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Polri dan elemen masyarakat.
Deklarasi Bersama
Pada kesempatan itu, para tokoh agama dan ormas menyampaikan deklarasi bersama untuk mendukung kinerja Polri, khususnya Polda Papua Barat Daya, dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, damai, dan nyaman di wilayah Papua Barat Daya.
Mereka juga meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mendorong penegakan Peraturan Daerah Kota Sorong Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pengawasan Minuman Beralkohol.
Umat Islam berharap pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah dapat berjalan aman, lancar, tertib, serta tetap menjunjung tinggi sikap saling menghormati antarumat beragama.
Kegiatan ditutup dengan pembagian bantuan bahan pangan kepada para peserta sebagai bentuk kepedulian menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Dekan Fakultas Syariah dan Dakwah IAIN Sorong, Ketua NU Papua Barat Daya, Ketua Muhammadiyah Papua Barat Daya, Ketua Dewan Masjid Indonesia Papua Barat Daya, Ketua BKMT Papua Barat Daya, Ketua KPWI, Ketua Pokja Majelis Taklim Kemenag, Ketua MUI Kota Sorong, serta sejumlah pimpinan ormas lainnya. (**)
