Direktur BMI Angkat Bicara Soal Aksi Damai Tenaga Kebersihan Kota Sorong

Bagikan berita ini

SORONG,Honaipapua.com, -Menanggapi aksi damai yang dilakukan tenaga kebersihan Kota Sorong di halaman Kantor Wali Kota Sorong, Kamis (15/1/2026) pagi, Direktur PT Bangun Indah Malamoi (BMI), Jhon Haji Malibela, angkat bicara.

Jhon menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kebersihan yang telah menyuarakan aspirasi mereka secara damai. Menurutnya, para pekerja kebersihan merupakan pahlawan lingkungan yang memiliki peran besar dalam menjaga wajah Kota Sorong.

“Selama kurang lebih lima bulan mereka bekerja, sekitar 85 persen kebersihan Kota Sorong mengalami peningkatan yang sangat signifikan,” ujar Jhon.

Ia mencontohkan kawasan Bandara Deo sebagai salah satu fasilitas umum yang kini terlihat lebih tertata dan bersih. Selain itu, sejumlah titik vital lainnya di Kota Sorong juga mengalami perubahan positif berkat kerja keras para petugas kebersihan.

“Bukan hanya di Bandara, tapi di banyak titik strategis lainnya sudah mulai bersih dan rapi. Ini semua berkat kerja keras teman-teman tenaga kebersihan. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih,” tambahnya.

Namun demikian, sebagai pimpinan perusahaan, Jhon menyayangkan terjadinya aksi demonstrasi tersebut. Ia menilai, persoalan yang dipersoalkan karyawan hanyalah miskomunikasi antara pihak perusahaan dan karyawan terkait proses penyerahan kontrak kerja.

“Kontrak kerja itu butuh proses dan waktu. Bukan hanya satu atau dua orang, tapi hampir 270 tenaga kebersihan. Jadi pembuatannya harus teliti dan tidak bisa instan,” jelasnya.

Ia menegaskan, seharusnya karyawan terlebih dahulu berkoordinasi dan berkonsultasi dengan manajemen perusahaan, bukan langsung menyampaikan aspirasi ke pemerintah daerah tanpa melalui prosedur internal perusahaan.

“Perusahaan punya sistem dan manajemen administrasi. Jangan langsung tabrak-tabrak tanpa melalui mekanisme yang ada,” tegas tokoh muda Moi yang juga dikenal sebagai aktivis Cipayung tersebut.

Terkait kesejahteraan karyawan, Jhon memastikan bahwa perusahaan telah menunjukkan perhatian. Ia menyebutkan, pada Desember 2025 lalu, manajemen BMI memberikan tambahan upah sebesar Rp1.000.000 kepada setiap tenaga kebersihan sebagai bentuk apresiasi dan bantuan kebutuhan Natal.

“Itu murni panggilan hati nurani, tanpa embel-embel apa pun,” katanya.
Selain itu, Jhon juga menegaskan bahwa penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kebersihan telah dipenuhi oleh perusahaan dan tidak menjadi persoalan.
<span;>Sebagai penutup, Jhon memberikan peringatan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

“Hak karyawan harus diselaraskan dengan manajemen perusahaan. Jangan main hakim sendiri. Semua masalah pasti bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik,” ujarnya tegas.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat aksi berlangsung, perusahaan telah menyerahkan surat kontrak kepada sebagian karyawan di Kantor BMI. Sementara itu, kontrak bagi karyawan yang mengikuti aksi demo dijadwalkan akan diserahkan pada keesokan harinya. “Semua sedang kami proses dan akan kami selesaikan,” tutup Jhon. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Ke atas